Tanda Menopause Pada Wanita

Posted on

DuniaKesehatan.net – Apa itu menopause? Menopause adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan yang dialami wanita di sekitar saat mereka berhenti menstruasi. Umumnya ini terjadi sekitar usia 50. Menopause bukan saja mengakhiri siklus reproduksi wanita tetapi juga dikaitkan dengan berbagai perubahan lainnya. Menopause bisa datang kapan saja ketika wanita mencapai usia 50 an. Bahkan beberapa wanita mengalami menopause dini dan terjadi sebelum usia-usia menopause pada umumnya. Oleh karena itu Anda sebagai wanita perlu mengetahui apa saja tanda menopause pada wanita.

Wanita mengalami menopause dalam berbagai cara berbeda. Beberapa wanita mengalami proses menopause dalam jangka panjang, sementara yang lain mendapatkan pengalaman menopause yang lebih singkat dan lebih tenang. Perubahan hormonal termasuk penurunan estrogen dianggap sebagai kunci perubahan yang terkait dengan menopause.

Beberapa wanita juga mengalami menopause yang dipicu oleh tindakan bedah atau operasi seperti menjalani proses pengangkatan rahim atau histerektomi atau prosedur medis lain yang membatasi aliran darah ke ovarium. Pengalaman menopause ini bisa terjadi lebih dramatis karena perubahan hormon terjadi sangat cepat.

Baca juga: Tanda Menopause Dini Pada Wanita

Terlepas dari perbedaan masing-masing individu, ada tanda menopause pada wanita yang terjadi secara umum. Oleh karena itu dirasa sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda menopause pada wanita agar Anda menyadari segala perubahan yang terkait dengan menopause, karena terkadang tanda-tanda tersebut bisa saja disalahartikan untuk masalah kondisi fisik lainnya.

Tanda Menopause Pada Wanita 

1. Berakhirnya siklus menstruasi – Biasanya ini terjadi secara bertahap selama periode waktu (disebut sebagai perimenopause). Selama perimenopause, wanita sering mengalami perubahan dalam siklus menstruasi dan saat menjelang menopause, periode ini terjadi dengan semakin meningkatnya ketidakteraturan siklus menstruasi sampai pada akhirnya berakhir sepenuhnya. Bisa juga terjadi sangat cepat, terutama dari menopause yang disebabkan oleh medis.

2. Perubahan suasana hati – Hormon memiliki efek yang kuat pada suasana hati kita dan perubahan hormon selama menopause dapat memicu berbagai emosi. Beberapa wanita lebih sering mengalami perubahan suasana hati, kecemasan yang tinggi, atau kelelahan.

3. Perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba –  Anda mungkin pernah mendengar istilah “hot flashes” sebelumnya. Kadang-kadang disebut berkeringat di malam hari, perubahan dramatis dalam suhu tubuh ini bisa sangat intens. Beberapa wanita mengalami lebih banyak perubahan suhu tubuh panas ini sementara yang lain memiliki pengalaman yang lebih intens. Hot flash dapat menyebabkan masalah tidur bagi sebagian wanita. Jika Anda mengalami hal ini, minumlah air dingin dan sediakan kipas atau penyejuk ruangan yang bisa membantu tidur malam Anda lebih nyenyak.



4. Masalah tidur – Banyak wanita mengalami masalah tidur saat menopause. Seperti bangun lebih sering di malam hari dan sulit memejamkan mata. Masalah tidur selama menopause sering dikaitkan dengan hot flashes tetapi mungkin juga disebabkan oleh hal-hal lain termasuk perubahan mood. Jika Anda mengalami masalah tidur, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah tidur ini. Karena jika terjadi terus menerus tentu saja kualitas hidup Anda akan berkurang. Tidur yang cukup adalah salah satu kunci sehat tubuh.

5. Perubahan kondisi pada saluran kemih. Selama dan bahkan setelah menopause, beberapa wanita mengalami kondisi perubahan pada saluran kemih seperti sulitnya menahan kencing dan bahkan menyebabkan mengompol. Biasanya ini terjadi ketika Anda tertawa atau bersin-bersin sehingga air kencing terdorong dan tidak bisa menahan kencing hingga keluar. Ini disebut stres inkontinensia yang disebabkan oleh menurunnya jumlah estrogen. Ketika seorang wanita memiliki lebih sedikit estrogen, otot menjadi lebih lemah termasuk otot yang mengendalikan kandung kemih. Beberapa wanita juga mengalami infeksi saluran kemih saat menopause.

Baca juga: Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita

6. Keringnya organ kewanitaan – Penurunan kadar estrogen setelah menopause menyebabkan penipisan lapisan vagina dan berkurangnya jumlah kelenjar yang membuat lendir dan menyebabkan vagina menjadi kurang elastis dan kering. Kekeringan pada vagina ini dapat menyebabkan gangguan yang menyusahkan seperti ketidaknyamanan, rasa sakit atau pendarahan ringan saat berhubungan seks, keputihan atau masalah kencing lainna.

7. Hilangnya libido – Kekeringan vagina juga dapat menyebabkan hilangnya libido selama menopause karena rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks dapat sangat mengurangi keinginan Anda untuk melakukan aktivitas seksual; meskipun penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan hormon.

8. Kulit gatal – Meskipun tanda menopause ini tidak diketahui secara luas atau jarang disebutkan, banyak wanita mengeluhkan kulit gatal selama masa transisi menuju menopause. Gejala ini memicu rasa tidak nyaman dan mengganggu tidur Anda.

Tidak semua wanita akan mengalami beberapa tanda menopause pada wanita  diatas. Anda bisa terkena salah satu atau beberapa kondisi diatas. Tentu saja Anda harus terus mempersiapkan mental Anda untuk menghadapi masa menopause Anda. Namun ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk meredakan gejala menopause. Mengurangi hal-hal yang menyebabkan menopause Anda kurang nyaman adalah hal yang bisa Anda usahakan.

Berikut ini kami berikan beberapa perawatan ringan dan mudah yang bisa Anda terapkan di rumah dan kehidupan sehari-hari Anda untuk mengurangi beberapa hal yang menyebabkan “penderitaan” pada masa menjelang menopause.

Mengantisipasi Gejala Menopause dengan Perawatan Ringan di Rumah

Kunci utama adalah selalu menjaga kesehatan tubuh. Gejala menopause dapat diredakan dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mengkonsumsi vitamin E setiap hari akan membantu menghilangkan keringat malam dan hot flashes.
  • Mengkonsumsi vitamin D dan kalsium juga akan mengurangi gejala menopause dan membantu Anda tidur lebih nyenyak sambil melindungi tulang Anda.
  • Konsumsi 2 ons jus bit 3 atau 4 kali sehari akan membantu meringankan gejala menopause.
  • Rajin minum teh herbal. Teh herbal yang direkomendasikan adalah Sarsaparilla dan Akar Manis. Minumlah teh herbal dua kali sehari akan sangat membantu. Teh herbal ini membantu menenangkan saraf Anda yang serta mengurangi rasa ketidaknyamanan dan gejala menopause lainnya.





Anda bisa menerapkan hal-hal diatas sejak usia Anda muda. Anda tidak harus menerapkannya ketika sudah mendekati usia menopause. Ingat, menopause dini juga bisa mengintai diri Anda. Antisipasi rasa tidak nyaman menopause sejak dini dengan mengetahui tanda menopause pada wanita dan bagaimana cara-cara untuk mengantisipasinya. Semoga bermanfaat.