Fase dan Gejala Sipilis Pada Wanita

Penyakit sipilis pada wanita merupakan penyakit seksual menular yang paling sering terjadi. Penyakit yang juga sering disebut dengan raja singa ini disebabkan oleh bakteri traponema pallidum yang bersifat kronis sehingga akan menyerang secara menahun. Bakteri tersebut biasanya akan ditularkan melalui hubungan intim, melalui vagina, anal, maupun oral. Penggunaan berbagi jarum juga bisa menjadi penyebab, seperti pengguna narkoba suntik, tato , dan menindik telinga.

Penderita sipilis biasanya memiliki berbagai ciri seperti munculnya pembengkakan pada getah bening atau tonjolan yang mirip seperti kutil. Tonjolan ini biasanya terdapat pada sekitar anus dan ketiak. Selain itu ciri-ciri sipilis pada wanita yang satu ini juga sangat menular. Tonjolan ini bahkan dapat berpotensi menjadi penyakit sipilis tahap lanjut yang apabila tidak diobati akan sangat berbahaya hingga merusak organ tubuh. Penyakit ini juga mengakibatkan tulang lebih rapuh.

Fase dan Gejala Penyakit Sipilis Pada Wanita
Penderita penyakit sipilis pada wanita umumnya tidak akan merasakan gejala pada fase awal, sehingga tak sedikit orang tidak menyadari kehadiran penyakit tersebut. Oleh karena itu, di bawah ini merupakan beberapa gejala sipilis tergantung pada fase sipilis, antara lain:

1. Fase Primer
Pada fase ini, penyakit sipilis muncul dengan ditandai luka tunggal atau beberapa luka. Fase ini terjadi antara 1 sampai 4 minggu awal, bahkan bisa lebih dari waktu tersebut hingga mencapai waktu 3 bulan (90 hari). Bentuk luka pada sipilis biasanya berbentuk bulat dan sisi-sisinya terlihat batas yang jelas. Luka ini dapat hilang sendiri dalam waktu kurang lebih 1 bulan, tapi jika tidak diobati dengan segera, penyakit ini bisa bisa masuk pada tahap sekunder.

Fase dan Gejala Sipilis Pada Wanita
Fase dan Gejala Sipilis Pada Wanita

2. Fase Sekunder
Pada fase sekunder, sipilis ditandai dengan kemunculan ruam kemerahan pada selaput lendir atau kulit bagian manapun. Bentuk ruam juga bisa berupa bintik-bintik coklat kemerahan pada telapak kaki. Ruam ini sering tidak disadari karena biasanya tak menimbulkan gatal dan samar. Selain ruam, pada fase ini juga ditandai dengan penurunan berat badan, rambut rontok, sakit kepala, demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar bening, dan sakit tenggorokan.

3. Fase Laten
Pada fase laten, gejala-gejala sipilis pada wanita muncul karena fase primer dan sekunder yang tidak dapat diobati. Fase laten berlangsung selama bertahun-tahun dengan gejala yang sulit dideteksi. Fase ini muncul mirip dengan gabungan fase premier dan fase sekunder yang menahun dan sering kambuh. Bahkan fase ini bisa terjadi puluhan tahun yang tentu akan menjalar ke fase tersier, yaitu fase sipilis yang parah.

4. Fase Tersier
Pada fase tersier, sipilis dapat merusak bagian organ tubuh, bahkan termasuk organ-organ penting seperti saraf otak, pembuluh darah, mata, jantung, sendi, tulang, dan hati. Pada fase ini, penderita akan mengalami lemahnya gerakan otot, tubuh mati rasa bahkan lumpuh, kebutaan, hingga kematian. Bakteri sipilis pada fase ini juga dapat menular pada bayi dalam kandungan.

Itulah beberapa fase penyakit sipilis yang dapat menyerang perempuan. Sipilis pada wanita dapat dicegah dengan cara hindari seks bebas, menghindari berhubungan kelamin dengan penderita sipilis, hindari konsumsi obat-obatan terlarang, gunakan kondom jika berhubungan, dan alkohol. Jaga pula pola hidup anda, sehingga sistem imunitas tubuh dapat bekerja dengan baik. Penyakit sipilis ini bisa menyerang anda apabila tak berhati-hati, anda tentu saja harus menjaga pola hidup anda, sebab sipilis nyatanya sangat berbahaya dan sangat menular.