7 Resiko Keputihan pada Wanita Hamil

Apakah anda pernah mengalami keputihan pada saat hamil? Jika pernah, tentunya muncul pertanyaan mengapa ini dapat terjadi dan apakah ini berbahaya untuk kehamilan atau tidak. Keputihan dapat dikatakan normal jika  lendir yang keluar berwarna putih dan tidak terlalu banyak. Jika keputihan yang terjadi tidak demikian, maka itu adalah keputihan tidak normal. Untuk menambah informasi tentang keputihan pada wanita hamil, silahkan simak dan cermati informasi di bawah ini.

Resiko Keputihan pada Wanita Hamil
1. Rasa Sakit pada Organ Intim
Jika kondisi ini terjadi, anda harus berhati-hati karena kemungkinan ini terjadi karena adanya infeksi parasit pada daerah vagina. Ciri-ciri keputihan pada wanita hamil biasanya cairan yang keluar  memiliki tekstur kental dan berbau tidak sedap. Dan jika tidak mendapatkan penanganan dapat menjadi gangguan bagi janin dan kesehatan ibu.

Keputihan pada Wanita Hamil
Keputihan pada Wanita Hamil

2. Bayi Lahir Prematur
Hal ini dapat terjadi dengan alasan keselamatan untuk ibu dan janin. Oleh karenanya, bayi akan dilahirkan secara prematur. Biasanya hal ini diawali dengan keputihan gatal pada organ intim, yang disebabkan oleh berkembangnya bakteri jahat pada wanita dengan begitu pesat. Gejala dari keputihan yang harus diwaspadai adalah keputihan dengan aroma tidak sedap, amis, menimbulkan gatal, menimbulkan rasa nyeri dan berwarna keruh

3. Nyeri pada Saat Buang Air Kecil
Salah satu tanda dari keputihan yang sering kali terjadi adalah nyeri pada saat buang air kecil. Keputihan pada wanita hamil yang normal tidak akan membuat anda merasakan sakit bila sedang buang air kecil. Namun jika keputihan tidak normal, maka akan mengakibatkan rasa sakit pada saat berkemih. Hal ini dikarenakan adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

4. Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah
Efek keputihan pada wanita hamil yang berikutnya adalah bayi lahir dengan berat yang rendah. Ini dikarenakan adanya bakteri yang berkembang dan membuat si ibu merasa sakit. Oleh karenanya, si ibu tidak berniat untuk makan, sehingga mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

5. Resiko Pecah Ketuban Sebelum Waktunya
Pada wanita hamil, biasanya air ketuban akan pecah pada minggu kehamil ke 37 sampai 42. Namun bila terjadi keputihan yang diakibatkan oleh bakteri, pecah ketuban dapat terjadi pada sebelum minggu ke-37. Oleh karenanya, jika terjadi gejala ini sebaiknya segeralah hubungi dokter.

6. Gangguan Syaraf Mata pada Bayi
Bila keputihan pada wanita hamil terjadi  pada penderita penyakit gonore, hal ini dapat berimbas pada bayi yang dilahirkan. Salah satunya, dapat terjadi kebutaan pada bayi. Karena bayi terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

7. Resiko Penyakit Epilepsi pada Bayi
Bila terjadi keputihan dan gatal pada wanita hamil dapat dicurigai bahwa si ibu terserang jamur. Jamur ini bernama Candida Albicans, jamur ini biasanya akan menyerang organ intim dan memicu keputihan. Jamur ini pun dapat masuk ke aliran darah dan menginfeksi janin. Jika darah telah menginfeksi janin, dapat mengakibatkan bayi yang dilahirkan memiliki resiko epilepsi atau ayan.

7 resiko keputihan pada wanita hamil yang sudah kami sebutkan diatas dapat terjadi, jika keputihan yang terjadi tidak disadari dan tidak mendapat penanganan. Jika anda ragu dalam menentukan jenis keputihan yang ada, ada baiknya segera untuk menghubungi dokter. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Inilah akhir dari informasi tentang keputihan pada wanita hamil, kiranya informasi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca.