Tips Perawatan Setelah Sunat atau Khitan

Duniakesehatan.net – Tips Perawatan Setelah Sunat atau Khitan. Sunat atau Khitan adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”) (dikutip dari wikipedia). Sunat di Indonesia identik dilakukan oleh umat Islam. Namun banyak juga umat non Islam melakukan sunat untuk alasan kesehatan.

Saat ini yang sedang populer adalah metode sunat laser. Prosesnya sangat cepat dan tidak mengeluarkan darah pada bagian yang di sunat. Namun beberapa orang juga masih menggunakan metode sunat manual. Semua tergantung pada pilihan masing-masing. Pada artikel ini kami tidak akan membahas tentang metode sunat. Kami akan memberikan tips perawatan setelah sunat karena hal ini penting untuk diketahui agar luka mendapat penanganan yang tepat.

Tips Perawatan Setelah Sunat atau Khitan

Untuk perawatan luka khitan selama di rumah:

  1. Luka khitan akan mengering sendiri dalam waktu 1-2 minggu (tergantung metabolisme tubuh)
  2. Luka khitan dijaga agar tidak terkena air dan dijaga tetap bersih, serta diusahakan tidak terkena celana/celana dalam agar cepat kering
  3. Tidak perlu memberi betadine di rumah pada luka karena akan menyebabkan luka tidak kunjung kering
  4. Bila BAK ujung kemaluan saja yg diusap dengan tissue dan menjaga agar air kencing tidak terkena luka khitan
  5. Banyak makan makanan yg mengandung protein agar penyembuhan luka baik
  6. Rasa nyeri mungkin akan terasa ketika efek obat biusnya habis, untuk mengatasi itu, bisa dikipas pada lukanya dan diminumkan obat yang diberikan olek dokter yang mengkhitan
Perawatan Setelah Sunat
Tips Perawatan Setelah Sunat atau Khitan (foto pontianakpost.co.id)

Kondisi pasca sunat dipengaruhi oleh banyak faktor. Demikian juga proses penyembuhan luka. Yang sudah membuka sebelum sunat akan lebih cepat sembuh dibanding yang masih lengket antara kulup dengan glans penis. Pada proses sunat, Dokter akan membuka secara paksa dan memisahkan kulit yang lengket pada “kepala” kemaluan. Hal ini akan menimbulkan luka lain (selain luka khitan) yg akan terasa panas dan perih pasca khitan setelah efek anastesi (bius) hilang. Luka bekas perlengketan yg dibuka secara paksa saat mengering biasanya akan menghitam seperti intip dan lama kelamaan akan lepas sendiri. Jangan dipaksa dilepas dan biarkan lepas sendiri setelah benar-benar kering.



Untuk yg disunat dengan diatermi smart flashcutter (atau sering disebut laser), disarankan untuk tidak terkena air selama 1 minggu. Saat mandi anak dibantu dan luka khitan dijaga agar tidak terkena air. Namun luka juga perlu dijaga kelembabannya dengan disiram dengan cairan khusus untuk rawat luka. Disarankan untuk memakai cairan infus NaCl 0,9% (Normal Saline) yg bisa dibeli secara bebas di apotik. Harga mulai Rp.6.500,-an per botol 500cc. Ada juga kemasan 100cc dan 1 Liter.

Setiap kali pipis, kemaluan disiram (cebok) dengan dengan cairan NaCl 0,9%. Bila perlu luka diobati dengan salep luka seperti Bethadin salep luka, Bionam Cream, Bionect Cream, dan Sibro Cr. Daerah bawah sekitar scrotum (buah zakar) dan lipat paha juga harus dijaga kebersihannya, bisa dibersihkan dengan kapas basah. Lebih baik lagi bila diseka dengan cairan NaCl 0,9% juga. Jadi setelah pipis bukan cuma cebok tetapi mencuci seluruh area kemaluan.

Pemberian salep masih perlu diberikan tipis-tipis sampai luka benar-benar kering dan bersih, tidak ada sisa benang dan upil terkelupas/lepas. Salep yang direkomendasikan adalah salep luka/salep kulit:

  • Sibro
  • Bionam
  • Bionect
  • Sagestam / Gentamycin
  • Bethadin Salep
  • Bioplacenton Gel

Mulai hari kedua dan ketiga pasca sunat biasanya ada yang muncul cairan kental atau kerak basah seperti mentega berwarna putih kekuningan. Perlu diketahui bahwa itu bukan nanah. Tetapi cairan plasma dan lemak yang menggumpal dan akan mengering menjadi semacam crusta (biasa disebut upil). Setelah kering akan lepas sendiri. Memang akan lebih baik bila dibersihkan saat masih basah seperti nanah (sekali lagi itu bukan nanah), tetapi biasanya agak sulit.




Kalau luka sudah kering boleh mandi berendam pakai air hangat. Upil luka lambat laun akan lepas sendiri. Atau bisa juga dikompres dengan kassa basah (kassa yang dibasahi dg cairan infus NaCl 0,9%). Kompres diberikan saat tidur agar tidak mengganggu aktivitas anak. Perban basah dililitkan pada bekas luka yg telah mengering.

Sangat penting untuk mengetahui cara perawatan setelah sunat atau khitan. Hal ini agar luka bisa mendapatkan penanganan yang tepat sehingga luka bekas sunat bisa segera kering dan sembuh.