Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita

Infeksi saluran kencing pada wanita atau yang sering disebut dengan infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi di mana organ-organ yang berada dalam kandung kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretera mengalami infeksi. Infeksi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun infeksi ini lebih berisiko terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan karena tubuh wanita memiliki saluran uretera yang lebih pendek daripada laki-laki, sehingga risiko mengalami infeksi lebih besar.

Infeksi saluran kencing ini memiliki dua jenis yaitu, infeksi saluran kencing atas dan infeksi saluran kencing bawah. Di mana infeksi saluran kencing bawah di uretra dan kandung kemih (sistitis) dan infeksi saluran kencing atas yang terjadi di ureter dan ginjal.

Infeksi Saluran Kencing Pada Wanita
Penyebab infeksi saluran kencing pada wanita (Gambar: medicalnewstoday)

Tanda infeksi saluran kencing pada wanita berbeda, tergantung jenis infeksi. Jika infeksi di bagian atas, tanda yang muncul seperti sering buang air kecil, nyeri pada daerah kemaluan, nyeri saat buang air kecil, air seni bau tak sedap, dan sakit punggung. Sedangkan bagian bawah, demam dengan suhu lebih dari 38ยบ C, menggigil, mual serta ingin muntah, dan diare.

Penyebab Infeksi saluran kencing pada wanita

Ada beberapa penyebab yang dapat menimbulkan infeksi saluran kencing pada wanita, beberapa penyebab tersebut antara lain:

1. Bakteri escherichia coli
Infeksi saluran kencing sering terjadi disebabkan karena bakteri Escherichia Coli atau sering disebut juga dengan bakteri E. coli. Langkah pencegahan untuk menghindari munculnya bakteri ini adalah dengan cara menjaga kebersihan. Terutama, kebersihan pada daerah kewanitaan anda dan kurangi pemakaian panty liner. Hati-hati, infeksi saluran kencing pada wanita dewasa biasanya disebabkan oleh penggunaan pembalut dan panty liner yang keliru.

Selain itu, penyebab infeksi saluran kencing pada wanita melalui bakteri E. Coli ini juga seringkali terjadi karena permasalahan salah cebok. Seharusnya, wanita cebok dari arah depan ke belakang (dari arah vagina ke anus). Hal ini perlu dilakukan karena cebok dari belang ke depan bisa menambah risiko menularnya bakteri E. Coli dari anus ke kemaluan.

2. Tidak membersihkan kelamin dengan benar
Tidak membersihkan kelamin dengan benar dapat memberikan risiko lebih besar masuknya bakteri melalui saluran uretera yang kemudian dapat menyebarkan infeksi pada kandung kemih. Penyebaran bakteri biasanya sering terjadi saat anda membersihkan kemaluan atau setelah buang air. Apabila tidak dibersihkan secara benar, bakteri-bakteri yang masih menempel tersebut dapat berkembang biak dan mengakibatkan infeksi.

3. Tidak buang air kecil setelah berhubungan seksual
Melakukan hubungan seksual menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kencing pada wanita. Sebab, bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut bisa ditularkan melalui aktivitas seksual antara pria dan wanita. Bakteri yang ditularkan datang dari usus yang kemudian melewati uretra hingga menimbulkan infeksi. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi wanita untuk buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual.

4. Kurang minum air
Ketika tubuh kekurangan cairan, otomatis ginjal juga akan mengalami kekurangan cairan. Padahal, ginjal membutuhkan cairan untuk dapat berfungsi dengan optimal. Hal ini akan menimbulkan gejala infeksi saluran kencing pada wanita seperti, jarang buang air kecil dan urin yang menjadi lebih pekat. Kekurangan cairan pada ginjal juga akan memancing bakteri untuk lebih mudah menyerang saluran kencing. Oleh karena itu, minumlah banyak air.

Beberapa penyebab infeksi saluran kencing pada wanita di atas dapat dijadikan anjuran untuk Anda agar tidak mengalami infeksi saluran kencing. Ada baiknya jika anda memeriksakan secara rutin kesehatan kelamin anda pada dokter yang dipercaya.