Mengenal Jenis-jenis Hormon Pada Wanita

Posted on

Hormon pada wanita merupakan sebuah zat kimia di mana diproduksi oleh sistem endokrin pada tubuh yang bekerja membantu mengendalikan banyak fungsi tubuh, seperti metabolisme, reproduksi, hingga pertumbuhan. Selain itu, hormon juga akan memengaruhi siklus haid yang tidak teratur, jerawat yang tumbuh, penyebab rasa senang, sedih tanpa sebab, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, hormon memiliki fungsi yang sangat spesifik pada tubuh, sehingga memiliki pengaruh besar dalam tubuh.

Fungsi dan Macam-Macam Hormon Pada Wanita

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-8701790871795985" data-ad-slot="5811110718"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>

Berikut adalah macam-macam hormon dan fungsinya yang terdapat pada wanita, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Progesteron
Hormon pada wanita yang pertama yaitu progesteron. Hormon progesteron pada wanita berpengaruh pada siklus haid dan pembuahan. Hormon ini adalah hormon bentukan dari pregnenolon yang dihasilkan oleh kelenjar dan berasal dari kolesterol darah. Fungsi utama dari hormon ini adalah mengatur siklus haid, mengembangkan jaringan payudara, menyiapkan rahim di waktu kehamilan, melindungi wanita setelah menopause terhadap kanker endometrium.

Mengenal Jenis-jenis Hormon Pada Wanita
Mengenal Jenis-jenis Hormon Pada Wanita

Pada saat wanita mengalami pembuahan, hormon progesteron akan mempersiapkan lapisan bagian endimetrium atau rahim untuk menerima sel telur yang telah mengalami pembuahan dari sperma. Meskipun hormon yang satu ini memiliki peranan yang penting, namun hormon ini juga seringkali menyebakan nyeri sebelum menstruasi, perut serasa kembung, nyeri payudara, munculnya jerawat, hingga perubahan emosial tanpa sebab pasti.

2. Estrogen
Hormon pada wanita yang berikutnya yaitu estrogen. Hormon estrogen berkembang dalam ovarium dan korteks adrenal, serta plasenta pada ibu hamil. Estrogen, sebagai hormon pada perempuan juga berpengaruh pada perkembangan dan perubahan tubuh di masa puber. Di masa subur, hormon ini berpengaruh mengelola berbagai fungsi tubuh seperti, vagina, elastisitas dan ketebalan kulit, kekuatan tulang, melindungi dari serangan jantung, dan kesehatan saluran kemih.

Rendahnya hormon estrogen pada wanita terutama pada transisi sebelum menopause dapat menyebabkan naik turunnya perubahan emosial dan fisik. Sedangkan kurangnya hormon ini pada wanita menopause menimbulkan kekeringan pada vagina, menipisnya dinding vagina, sehingga menyebabkan rasa sakit ketika hubungan seksual. Setelah menopause juga akan memengaruhi berkurangnya elastisitas kulit, keriput, osteoporosis, dan infeksi saluran kemih.

3. Testosteron
Hormon pada wanita yang berikutnya adalah testosteron. Pada tubuh wanita, kadar hormon testoteron memang memiliki jumlah yang sedikit dibandingkan dengan hormon testosteron yang dimiliki laki-laki, karena pada umunya wanita hanya memiliki sekitar 15 hingg 70 ng/dL. Meskipun begitu, hormon ini nyatanya juga memiliki manfaat yang cukup baik bagi tubuh wanita di mana akan menjaga gairah seksual, menjaga kesehatan tulang, mengurangi rasa nyeri, serta terjaganya kemampuan kognitif.

4. Uteinizing Hormone (LH)
Uteinizing Hormone (LH) yang terdapat pada wanita akan membantu tubuh dalam mengatur siklus haid dan pembuahan. Oleh karena itu, hormon wanita ini juga berpengaruh pada masa puber. Hormon ini diproduksi dalam kelenjar hipofisi (pituitary) dalam otak. Bisanya kadar hormon ini akan meningkat pada saat wanita mengalami haid dan pasca-menopause.

5. Follicle Stimulating Hormone (FSH)
Follicle Stimulating Hormone (FSH), diproduksi dalam kelenjar hipofisi dan berperan dalam sistem reproduksi. Hormon ini akan membantu mengendalikan siklus haid dan terkendalinya produksi sel telur. Apabila hormon ini tidak seimbang, dapat menimbulkan reaksi-reaksi tertentu.

Reaksi yang muncul karena Kadar hormon FSH rendah pada wanita menandakan seorang perempuan tidak mengalam ovulasi, hipofisi juga tidak memprosuksi hormon yang cukup dalam tubuh. Tak hanya itu, rendahnya hormon ini juga bisa menjadi tanda kehamilan. Berbeda dengan kadar yang tinggi pada FSH yang menandakan masuknya wanita masa menopause, tumor kelenjar hipofisis, hingga menderita sindrom turner.

Beberapa jenis hormon pada wanita yang telah disebutkan diatas memiliki fungsi yang penting bagi wanita, sehingga Anda perlu menjaga keseimbangannya dengan makan makanan sehat dan menghindari makan cepat saji. Semoga bermanfaat.