Mengenal Jenis Hernia Pada Wanita

Penyakit hernia pada wanita atau laki-laki atau biasa disebut dengan turun berok adalah kondisi yang terjadi akibat kelainan atau melemahnya pada otot sehingga organ tubuh tidak berada pada semestinya. Hal tersebut terjadi karena otot-otot yang melemah dan tidak kuat untuk menahan suatu organ yang bersangkutan. Sehingga dapat mengakibatkan organ dalam tubuh keluar melalui celah-celah otot yang melemah hingga menjalar ke bagian dalam kulit yang kemudan akan menimbulkan tonjolan.

Penyakit hernia adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa, anak-anak bahkan bayi. Tonjolan organ tubuh yang tak bisa disangga otot biasanya terlihat dibagian perut bawah. Pada anak-anak dan bayi, disebabkan karena ketidaksempurnaan proceus vaginalis menutup seiring turunnya testis. Sedangkan pada orang dewasa terjadi karena tekanan tinggi pada perut dan faktor usia yang membuat melemahnya otot.

Mengenal Jenis Penyakit Hernia Pada Wanita
Hernia pada umunya memang menyerang laki-laki dewasa atau anak laki-laki, namun nyatanya wanita juga berisiko mengalami penyakit hernia. Ada beberapa jenis penyakit hernia pada wanita yang bisa menyerang wanita mana saja, antara lain adalah:

1. Hernia Fermoralis
Penyebab hernia fermoralis adalah Kondisi di mana usus mencuat hingga bagian paha atas atau selangkangan, sehingga menimbulkan tonjolan pada area tersebut. Hernia jenis ini lebih berisiko menyerang wanita yang mengalami obesitas dan sedang hamil. Hernia ini sulit terdeteksi karena ukurannya yang kecil dan tidak menimbulkan sakit di awal gejala. Rasa sakit hanya akan muncul ketika penderita mengangkat barang berat.

Mengenal jenis hernia pada wanita
Mengenal jenis hernia pada wanita

2. Hernia Hiatus
Hernia hiatus mucul di antara rongga dada di mana hernia ini muncul karena ada bagian dariĀ  perut yang naik ke atas dan melalui diafragma yang kemudian muncul kubah otot yang memisahan rongga dada dari perut. Hernia ini sering terjadi pada wanita obesitas dan juga dikenal sebagai hernia pada wanita lanjut karena lebih berisiko menyerang wanita usia di atas 50 tahun. Hernia ini tidak menimbulkan gejala secara jelas, sehingga seringkali tidak terdeteksi sejak dini. Gejalanya baru akan terasa ketika sudah merembes air dan menimbulkan rasa nyeri pada dada dan perut. Gejala lain yang dialami oleh penderit hernia jenis ini juga terlalu sering bersendawa, asam lambung naik, dan sulit untuk menelan.

3. Hernia Umbilikus
Hernia umbilikus adalah kondisi di mana usus, lemak, atau cairan pada bagian perut mencuat hingga dinding rongga perut yang terletak dekat dengan pusar. Kondisi ini akan menimbulkan tonjolan pada sekitar pusar. Hernia jenis ini lebih berisiko terjadi pada wanita di mana hernia umbilikus pada wanita sering terjadi pada wanita yang mengalami obesitas dan anak-anak.

4. Hernia Inguinalis Tidak Langsung
Hernia inguinalis tidak langsung adalah salah satu jenis hernia inguinis. Hernia inguinis umumnya memang lebih berisiko menyerang pria, namun hernia inguinalis tidak langsung malah lebih sering dialami oleh wanita. Hernia pada wanita akan terlihat munculnya tonjolan pada selangkangan. Penyakit hernia inguinalis pada wanita terjadi karena ketidaknormalan cincin inguinal internal. Ibu hamil memiliki risiko yang lebih tinggi terkena hernia jenis ini.

Beberapa jenis hernia pada wanita yang telah dinyatakan di atas berisiko terjadi pada perempuan, baik hamil atau tidak, baik anak-anak atau manula sekalipun. Oleh karena itu, untuk menjaga anda dan keluarga dari hernia, anda bisa melakukan beberapa tes seperti, tes darah, tes endoskopi, tes menometri, tes esophgram, dan beberapa tes lainnya.