Kolonoskopi, Ketahui Manfaat Tes Kesehatan Ini

Kolonoskopi merupakan pemeriksaan kolon (usus besar) mulai dari anus, rectum, sigmoid, kolon desendens, kolon transversum, kolon asedens, sampai dengan sekum dan ileum terminale. Pemeriksaan kolonoskopi dilakukan menggunakan peralatan canggih berupa, lensa serat optic yang sangat lentur. Alat tersebut dimasukkan melalui anus sampai menjangkau usus besar.

Pemeriksaan kolonoskopi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelainan saluran cerna bagian bawah jika hasil pemeriksaan radiologi meragukan atau tidak didapatkan kelainan sedangkan gejala-gejala penyakit pada usus besar ditemukan.

Kolonoskopi
Tes Kolonoskopi

Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa memeriksa seluruh bagian dinding usus besar dengan lebih teliti untuk mendeteksi adanya polip ataupun tumor yang apabila dibiarkan bisa berubah menjadi tumor ganas (kanker). Jika terdeteksi secara dini, pasien tersebut dapat segera mendapatkan tindakan medis sebelum kanker menyebar lebih luas dan membahayakan nyawanya. Apalagi, biasanya keluhan pada penderita kanker baru dirasakan ketika sudah berada pada fase lanjut dan sulit disembuhkan. Menurut National Cancer Institute sebagian besar pengidap kanker usus adalah wanita. Karena itulah, wanita wajib melakukan tes kolonoskopi ini.

Beberapa gejala yang biasanya dialami penderita kanker usus besar adalah pendarahan pada rectum, kepala terasa pening, kram lambung, mudah lelah, sesak napas sewaktu bekerja, merasa kenyang yang bersifat sementara, atau adanya tekanan pada rectum. Adanya darah dalam tinja, seperti yang terjadi pada penderita pendarahan lambung, polip usus, atau wasir juga menjadi pertanda kanker usus besar. Pada pemeriksaan fisik, umumnya penderita usus besar diketahui mengalami malnutrisi, lemah, kurus, pucat, sakit pada umumnya, terdapat cairan di dalam rongga perut, pelebaran saluran limpa ,serta terjadi pembesaran hati,

Pemeriksaan kolonoskopi ini sangat dianjurkan untuk wanita berusia di atas 40 tahun dan terutama yang berusia lebih dari 50 tahun untuk dilakukan setiap 3-5 tahun sekali. Sebab, polip lebih sering ditemukan pada rentang usia tersebut. Lakukan pemeriksaan lebih cepat jika Anda memiliki riwayat kanker usus besar dalam keluarga atau usus mengalami pendarahan dan terjadinya perubahan usus lainnya. Semoga bermanfaat.