Manfaat Aromaterapi untuk Pengobatan (2)

Manfaat aromaterapi – Manfaat dari minyak esensial untuk keperluan aromaterapi sebenarnya telah berlangsung selama berabad-abad dan telah memperoleh kedudukan yang sejajar dengan cara pengobatan lainnya. Oleh karena itu, memasuki abad ke-18 aromaterapi mulai dianjurkan oleh para dokter  untuk mengobati penyakit.  Hal ini sejalan dengan berkembangnya produk aromaterapi  yang telah menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Penggunaan aromaterapi untuk keperluan pengobatan tidak lepas dari peran para peneliti biomedis yang melakukan  uji coba kandungan zat aktif minyak esensial. Juga peran para dokter tradisional yang turut mempopulerkannya.

Manfaat aromaterapi untuk pengobatan:

10. Gangguan sistem reproduksi
A. Menstruasi
Manfaat aromaterapi untuk mengatasi sakit sewaktu menstruasi, gunakan 10 tetes minyak mawar atau melati, 10 tetes minyak kayu putih, 10 tetes minyak kayu manis dan 50 ml minyak basal.  Sakit pada saat menstruasi juga dapat diatasi dengan membuat ramuan dari 10 tetes minyak kayu manis, 10 tetes minyak melati, dan 50 ml minyak basal. Caranya dengan mengoleskan beberapa tetes minyak ini pada bagian perut atau punggung bawah.
Manfaat aromaterapi
Manfaat aromaterapi untuk pengobatan
B. Gairah seks
Manfaat aromaterapi untuk meningkatkan gairah seks atau afrodisiak, gunakan resep aromatis dengan 10 tetes minyak mawar, 20 tetes minyak melati, 10 tetes minyak cendana dan 50 ml minyak basal. Atau 15 tetes minyak cengkeh dengan 15 tetes minyak kenanga, 20 tetes minyak melati dan 50 ml minyak basal dan mengoleskannya di perut bagian bawah dan punggung bagian bawah.

C. Infeksi sifilis
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk membantu pengobatan penyakit infeksi sifilis. Minyak esensial balsamum copaivea yang dihasilkan dari tanaman Copaifera guyanaensis termasuk salah satu dari minyak esensial yang bisa digunakan untuk pengobatan penyakit sifilis atau gonorhoe. Minyak ini juga bisa berfungsi sebagai antibakteri.

11. Gangguan pada otot dan sendi
A. Rematik
Manfaat aromaterapi untuk mengatasi rematik; gunakan minyak gandapura, bergamot dan sereh yang telah diracik sebagai minyak gosok, pijat maupun urut. Ramuan ini juga dapat digunakan dalam hidroterapi untuk kompres.

B. Bengkak
Untuk mengobati bengkak, bisa menggunakan beberapa jenis minyak esensial seperti minyak rosemary, lavender, bergamot, chamomile, geranium dan garlic. Sedangkan untuk bahan aroma terapi eksternal bisa menggunakan minyak esensial dari tanaman rempah seperti sereh, cengkeh, pala, jahe, gandapura dan lain-lain.

C. Kelelahan
Manfaat aromaterapi untuk mengurangi kelelahan, gunakan sebagai terapi pemijatan dengan 20 tetes minyak cengkeh, 20 tetes minyak jahe dan 50 ml minyak basal. Bisa juga dengan memakai 25 tetes minyak cengkeh, 25 tetes minyak pala dalam 50 ml minyak basal.

D. Nyeri otot
Manfaat aromaterapi yang berikutnya adalah untuk mengobati nyeri otot. Caranya adalah dengan menggunakan 20 tetes minyak kayu putih, 20 tetes minyak peppermint, 10 tetes minyak cengkeh dan 50 ml minyak basal. Oleskan pada bagian tubuh yang bermasalah dengan cara terapi pemijatan.

12. Gangguan fisiologis lainnya
A. Migrain
Guankan 2-3 tetes minyak basil, lavender, chamomile ataupun minyak rosemary yang telah diencerkan dalam minyak basal, oleskan pada bagian kening, pelipis kepala dan punggung leher. Bisa juga dengan menggosokkan minyak esensial tersebut perlahan-lahan hingga kandungan bahan aktif dari minyak esensialnya meresap. Aroma terapi ini lebih baik jika dibantu dengan pemijatan pada daerah respons di sekitar kening dan antara kedua alis. Selain itu juga bisa dengan cara menghirup aroma minyak tersebut ketika mulai terasa sakit kepala, pening ataupun pusing.

B. Pingsan
Sandarkan orang yang pingsan dan kemudian beri bau-bauan dengan aroma yang berbau tajam seperti misalnya uap minyak bawang putih, jeruk, pala, bawang merah, jahe, lavender maupun mentol. Bahan-bahan ini bila dihirup cepat berespons terhadap otak bawah sadar.

C. Demam
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk mengatasi demam. Gunakan campuran minyak esensial yang terdiri atas campuran minyak jahe, gandapura, cengkeh dan sereh. Campuran minyak ini selain bisa untuk minyak gosok juga bisa dibuat sebagai kompres. Efek senyawa metal salisilat dan reaksi termal dari kompres minyak ini dapat meresap ke dalam melalui kulit dan kemudian merespon saraf-saraf pengatur panas di hipotalamus.

D. Eksim
Untuk eksim obati dengan minyak tengkawang,. Minyak ini mengandung senyawa gliserida asam palmitin, stearin dan olein untuk mengobati eksim. Selain itu bisa juga menggunakan minyak pinus, kayu sedar merah, juniper, camphor dan minyak balsam secara merata pada kulit yang terinfeksi.

E. Antibakteri dan antiseptik
Hampir semua jenis minyak esensial bisa digunakan sebagai bahan antiseptik. Minyak esensial yang berasal dari resin atau getah tanaman pinus, camphor, kayu sedar merah, juniper dan minyak balsam dapat digunakan sebagai pembunuh bakteri.

Sedangkan minyak esensial ekaliptus, ylang-ylang, thyme, dan lavender termasuk diantara minyak esensial yang sering digunakan sebagai antiseptik. Sementara untuk antiseptik internal bisa menggunakan minyak selasih, jahe, peppermint, adas manis dan sirih. Jenis antiseptik ini biasanya dipakai sebagai obat kumur.

F. Influenza
Hiruplah aroma minyak ekaliptus, peppermint, sereh, camphor dan mentol untuk mengatasi influenza. Atau bisa juga dengan campuran minyak 10 tetes minyak kayu putih, 5 tetes minyak peppermint atau cendana dan 50 ml minyak basal.

13. Gangguan parasit dan serangga
A. Anti cacing
Manfaat aromaterapi untuk membasmi cacing, gunakan 1-2 tetes minyak garlic yang telah diencerkan dalam minyak biji bunga matahari. Di dalam minyak garlic mengandung alil dan dialil sulfide yang dapat membasmi berbagai jenis cacing perut. Begitupula dengan minyak biji bunga matahari. Kedua bahan tersebut dapat dicampur dengan madu bila hendak dikonsumsi.

B. Anti nyamuk
Manfaat aromaterapi yang berikutnya adalah sebagai anti nyamuk. Minyak essential dari kayu putih, sereh, lavender dan jahe termasuk salah satu diantara beberapa minyak yang sering digunakan sebagai bahan antinyamuk. Selain dioleskan langsung ke kulit, bisa juga digunakan sebagai minyak untuk lampu, lilin aromaterapi dan pemanas elektrik agar nyamuk tidak mendekat.

14. Infeksi atau luka
A. Luka bakar
Manfaat aromaterapi untuk membantu menyembuhkan luka bakar bisa dilakukan dengan mengoleskan minyak bawang putih, chamomile, lavender, bergamot, geranium, thyme, marigold atau rosemary yang telah dicampur dengan minyak basal sebagai bahan pengencer. Lalu oleskan merata pada bagian yang sakit.

B. Luka ganggren
Jenis minyak esensial yang berkhasiat untuk menyembuhkan infeksi maupun luka, antara lain; minyak chamomile, bawang putih, lavender, bergamot, rosemary, geranium, marigold dan thyme. Minyak-minyak tersebut bersifat mempercepat penyembuhan luka. Minyak-minyak tersebut dapat pula diberikan pada penderita yang mengalami patah tulang, osteomalasia, luka memar, bengkak dan sebagainya.

15. Detoksifikasi
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk detoksifikasi. Minyak esensial sangat bermanfaat untuk program detoksifikasi atau mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Salah satu cara efektif dan mudah adalah melalui hidroterapi; mandi air hangat yang telah dicampur dengan rempah rendam atau minyak esensial.Detoksifikasi dengan hidroterapi ini juga dapat dilakukan dengan memperbanyak minum teh herba aromatic atau kopi rempah hangat. Terutama yang mengandung peppermint, chamomile, pala, dan jahe. Zat-zat tersebut sangat membantu proses detoksifikasi tubuh secara alami. Juga sangat bermanfaat delam meningkatkan fleksibilitas tubuh, mencegah penyakit serta meningkatkan fertilitas.

16. Obesitas
Sebagai terapinya, gunakan resep aromatis dari 10 tetes minyak kayu manis, 20 tetes minyak nilam, 20 tetes minyak lemon, dan 50 tetes minyak basal. Campuran ini bisa dipakai sebagai terapi pijat pada bagian yang mengalami kegemukan.

Bagaimana sangat luar biasa sekali bukan manfaat aromaterapi untuk pegobatan? Bahan-bahan alami aromaterapi yang tersebut diatas juga tidak sulit untuk di dapatkan. Dan pada saat ini juga sudah tersedia beberapa aromaterapi instan yang juga sudah siap pakai. Namun Anda juga harus tetap berhati-hati terhadap beberapa aromaterapi buatan pabrik yang sudah diolah sedemikian rupa karena ada beberapa yang sudah dicampur bahan-bahan kimia yang beresiko untuk tubuh. Oleh karena itu tetap utamakan memanfaatkan aromaterapi menggunakan bahan-bahan alami.Tetap sehat dan semoga bermanfaat.