Anyang-Anyangan pada Wanita

Anyang-anyangan, dalam bahasa kedokteran adalah infeksi kandung kemih yaitu suatu gejala ingin buang air kecil secara terus menerus namun saat kencing air yang keluar hanya sedikit. Anyang-anyangan pada wanita lebih sering terjadi daripada anyang-anyangan pada pria. Hal ini disebabkan karena saluran kencing pada wanita lebih pendek daripada saluran kencing pada pria, sehingga bakteri akan lebih mudah mencapai ke dalam kandung kemih.

Namun perlu diketahui juga, bahwa jika kita sering mengalami anyang-anyangan belum tentu juga terkena infeksi saluran kemih. Cara membedakannya adalah; jika seseorang terkena infeksi saluran kemih, maka orang tersebut dipastikan anyang-anyangan. Sebaliknya, jika anda sering anyang-anyangan, belum tentu anda terkena infeksi saluran kemih. Untuk mengetahui pastinya memang memerlukan uji lab yang lebih mendalam.

Anyang-Anyangan pada Wanita
Anyang-Anyangan pada Wanita

50 persen wanita indonesia memiliki risiko terkena anyang-anyangan. Penyebab anyang-anyangan yang paling umum adalah membilas vagina dari belakang ke depan. Hal ini akan menimbulkan pencemaran bakteri dari usus besar yang keluar dari anus masuk ke saluran kencing anda. Bakteri tersebut yang kemudian akan menginfeksi kandung kemih dan menimbulkan anyang-anyangan, bahkan jika tidak segera diobati dapat meenginfeksi ginjal.

Resiko Anyang-anyangan pada Wanita
Anyang-anyangan nyatanya lebih berisiko menyerang wanita yang disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:

1. Saluran Kencing
Anatomi pada saluran kencing wanita yang lebih pendek dari laki-laki yang membuat wanita lebih berisiko terkena anyang-anyangan. Hal ini disebabkan bakteri yang akan  lebih mudah mencapai ke dalam kandung kemih.

2. Alat Kontrasepsi
Penggunaan alat kontasepsi pada wanita berisiko menimbulkan anyang-anyangan, terutama penggunaan kontrasepsi dengan bentuk diafragma dan spermisida. Kedua kontrasepsi tersebut berisiko menimbulkan keputihan karena secara langsung masuk ke kemaluan.

3. Wanita Menopause
Wanita setelah masa menopause. Hal ini disebabkan karena, setelah menopause  akan menimbulkan berkurangnya kadar estrogen pada tubuh yang kemudian akan mengubah keadaan imunitas pada kandung kemih yang membuatnya lebih rentan terkena infeksi dan menjadi penyebab anyang-anyangan pada wanita.

4. Wanita yang Aktif Secara Seksual
Wanita yang aktif dan terlalu sering melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman memiliki risiko besar mengalami anyang anyangan. Sebab, berhubungan intim juga beresiko saling menularnya bakteri. Sehingga tak heran jika suatu waktu seseorang mengalami anyang-anyangan setelah berhubungan intim.

Gejala Anyang-anyangan Pada Wanita
Karena berisiko, bagi perempuan tentu harus mengetahui secara detail gejala apa saja yang muncul pada orang yang terkena anyang-anyangan. Umumnya, anyang-anyangan hanya menimbulkan beberapa gejala saja, seperti ingin buang air kecil secara terus menerus dengan volume yang sedikit dan berwarna pekat.

Meski demikian, anyang-anyangan yang diikuti oleh infeksi kandung kemih, akan menimbulkan gejala lain sebagai berikut:

1. Ginjal (pielonefritis akut)
Pada jenis anyang-anyangan ini, penderita akan mengalami nyeri pada pinggang dibagian belakang atas. Tak hanya itu, penderita juga kan mengalami demam tinggi, merasa mual bahkan muntah.

2. Kandung kemih (sistitis)
Pada anyang-anyang yang disertai infeksi sistitis, penderita akan merasa tidak nyaman di perut bagian bawah dekat kandung kemih, panggul merasa ditekan, terlalu sering buang air kecil disertai nyeri dan terkadang muncul darah pada urine.

3. Saluran kencing (urethritis)
Infeksi uretheritis akan menimbulkan gejala yang cukup menggangu di mana penderita anyang-anyangan dan infeksi ini akan merasa perih pada saat buang air kecil. Selain itu air kencing memiliki bau yang pekat.

Anyang-anyangan yang tanpa diikuti dengan rasa nyeri bisa disebabkan karena adanya gangguan kontraksi pada otot polos kandung kemih. Konsultasi anyang-anyangan perlu dilakukan lebih mendalam dengan dokter. Karena jika mengalami anyang-anyangan secara terus menerus tentu akan berbahaya bagi kesehatan. Selain itu aktifitas tentu saja akan terganggu.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan melakukan beberapa hal yang mengurangi risiko dan mengatasi anyang-anyangan pada wanita, anda bisa mengonsumsi air mineral secara rutin, hindari penggunaan antiseptik pada kemaluan, menjaga kebersihan kemaluan, dan menghindari minuman beralkohol atau berkafein dalam jumlah yang berlebihan. Beberapa hal tersebut akan mengurangi risiko anyang-anyangan pada wanita. Namun, ada baiknya untuk secara rutin memeriksakan diri ke dokter dan melakukan konsultasi kewanitaan.