Penyakit Tiroid: Waspada Dampak Berbahayanya

Penyakit Tiroid – Dalam tubuh manusia, fungsi dan aktivitas tiroid adalah sesuatu yang penting. Tiroid merupakan salah satu proses yang paling berpengaruh dalam tubuh manusia. Kelebihan produksi atau rendahnya produksi hormon tiroid dapat memberikan efek buruk pada tubuh manusia.

Kelenjar tiroid sangat penting dan dibutuhkan oleh sel tubuh untuk metabolism, baik lemak, protein, maupun karbohidrat. Ketua Divisi Metabolik Endokrin Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Imam Subekti, mengatakan bahwa fungsi utama kelenjar tiroid adalah mengumpulkan yodium dan mengubahnya menjadi hormon tiroid, yakni tiroksin (T4) dan triyodotironin (T3). Sel tiroid merupakan satu-satunya sel dalam tubuh yang menyerap yodium.

Penyakit Tiroid
Kalenjar Tiroid

Hormon-hormon tersebut akan dilepaskan ke aliran darah dan diangkut ke seluruh tubuh untuk meningkatkan aktivitas selular dan mengontrol metabolism, seperti mengubah oksigen dan kalori menjadi energi. Menurutnya, setiap sel di dalam tubuh bergantung pada hormon tiroid untuk regulasi metabolismenya. Hormon tiroid juga berperan mengatur suhu tubuh.

Kerja kelenjar tiroid dikontrol oleh kelenjar pituitary, yaitu kelenjar seukuran kacang yang berada di dasar otak. Ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu rendah, kelenjar pituitary memproduksi thyroid stimulating hormone (THS) yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Jika kadar dalam darah sudah memadai, kelenjar pituitary akan mengurangi produksi hormon THS.

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar terbesar di bagian leher. Bentuknya mirip kupu-kupu dengan dua sayap yang mewakili cuping kanan dan kiri kelenjar di sekitar batang tenggorokan, tepatnya di bawah jakun. Gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid akan mengganggu kerja sel-sel tubuh dan dampaknya akan mengakibatkan penyakit tiroid. Sekitar 300 juta orang di dunia mengalami gangguan fungsi kelenjar tiroid. Lebih dari separuhnya tidak menyadari kondisi tersebut.

Oleh karena itu, tes tiroid yang sering dan teratur adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan agar terhindar dari penyakit tiroid dan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap kesehatan anda. Sebab tes tiroid bermanfaat untuk memantau tingkat hormon yang disekresi oleh tiroid.

Tes penyakit tiroid biasanya dilakukan karena alasan-alasan berikut :
– Sebagai langkah pencegahan sebelum operasi
– Untuk menentukan apakah seseorang mengalami semacam masalah hormonal
– Untuk melihat apakah ada tumor di tiroid, dan
– Untuk menentukan apakah ada gejala lain karena masalah tiroid.

Gangguan yang biasanya terkait dengan kelenjar tiroid ada dua macam, yaitu:

1.Kekurangan tiroid (Hipotiroid)
Salah satu penyebab goiter alias gondok yang paling sering terjadi di dunia adalah kekurangan yodium. Kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan hormon tiroid yang memadai tanpa adanya yodium yang cukup. Untuk mengatasinya, di Indonesia, zat ini biasanya ditambahkan pada bahan pangan yang digunakan sehari-hari, seperti garam. Jika kekurangan yodium, kelenjar pituitary akan melepaskan TSH untuk merangsang kelenjar tiroid meningkatkan produksinya.

Rangsangan yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan terjadinya pembesaran pada kelenjar tiroid dan memicu penyakit tiroid. Adapun gejala hipotiroid antara lain adalah lemah, lesu, sulit berpikir, mengantuk terus, dan metabolism tubuh yang melemah. Gejala ini kerap kali tidak disadari.

Selain gejala di atas, penyakit tiroid hipotiroid mempunyai gejala-gejala lain sebagaimana berikut:
– Suara serak
– Kulit dan rambut kering
– Otot menjadi lemah
– Sembelit
– Denyut nadi melambat
– Berat badan turun
– Gemetar
– Lelah, dan
– Tubuh terasa lemah

Kekurangan tiroid pada wanita hamil dalam waktu panjang, misalnya pada awal kehamilan, dan tidak segera diatasi beresiko mengakibatkan keguguran. Atau jika kehamilannya bisa diselamatkan, kemungkinan bayi yang dilahirkan akan memiliki berat badan rendah. Jika gangguannya berat dan tidak segera diatasi, maka bukan tak mungkin bayinya kelak akan lahir dan mengalami keterbelakangan mental. Jika terlambat di intervensi, pertumbuhan otak bayi akan terganggu.

Penyakit tiroid hipotiroid adalah suatu kondisi yang sangat umum. Diperkirakan, 3-5% dari populasi mempunyai beberapa bentuk hipotiroid. Kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita daripada pria. Selain itu, kejadian ini meningkat seiring bertambahnya usia.

Berikut adalah beberapa penyebab umum penyakit tiroid hipotiroid :
a. Hashimoto’s thyroiditis
b. Lymphocytic thyroiditis, yang mungkin terjadi setelah hipertiroid
c. Penghancuran tiroid dari yodium yang mengandung radioaktif atau operasi
d. Penyakit pituitary atau hypothalamus
e. Obat-obatan
f. Kekurangan yodium berat

2. Kelebihan tiroid (Hipertiroid)
Hipertiroid adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh produksi yang berlebih dari hormon tiroid teriodinasi. Jumlah penderita penyakit tiroid ini kini terus meningkat. Hipertiroid adalah penyakit hormon yang menduduki urutan kedua terbesar di Indonesia setelah diabetes. Posisi ini serupa dengan kasus di seluruh dunia.

Mengingat bahwa apa yang terjadi dalam tubuh kita merupakan hubungan timbal balik antara organ maupun sistem kerja organ, maka faktor yang memungkinkan terjadinya kelebihan hormon tiroid tidak hanya terdiri dari satu macam saja. Hipertiroid bisa terjadi karena infeksi ataupun tumor dan penyebab-penyebab lainnya.

Penyakit kelebihan hormon tiroid ini lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Meskipun demikian, para ahli belum bisa memastikan faktor penyebabnya. Untuk mendiagnosa penyakit ini, beberpa pemeriksaan harus dilakukan, seperti pemeriksaan fisik dan tes darah di laboratorium untuk melihat kadar hormon T3, T4, dan THS. Jika kadar hormon tiroid tinggi dan kadar hormon THS rendah, hal ini mengindikasikan kelenjar tiroid terlalu aktif yang disebabkan oleh adanya suatu penyakit.

Baca juga:  Tanda Kanker Serviks dan Pencegahannya

Gangguan penyakit tiroid ini juga bisa di deteksi dengan menggunakan scan tiroid yang menggunakan sinar X-ray untuk melihat kelenjar tiroid setelah menggunakan iodin radiaktif melalui mulut. Jika belum terlalu parah, pengobatan cukup dilakukan dengan meminum obat antitiroid, istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan yang seimbang, dan tidur yang cukup. Namun, jika kondisinya sudah sangat parah, pasien harus menjalani tindakan operasi.

Kelebihan hormon ini biasanya disebabkan oleh penyakit yang parah, berlebihan dalam penempatan hormon tiroid, peradangan kelenjar tiroid, adanya benjolan pada kelenjar tiroid, penggunaan obat yang mengandung iodine secara berlebihan, sekresi berlebih hormon tiroid setelah hamil, atau bisa juga karena adanya kanker dan tumor.

Sebagian besar kelebihan gormon tiroid (hipertiroid) disebabkan oleh penyakit graves yang merupakan penyakit autoimun. Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh menghasilkan protein thyroid simulating immunoglobulin (TSI) yang menyerupai TSH. TSI juga merangsang kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dan menyebabkan goiter.

Pembesaran kelenjar tiroid bisa juga diakibatkan oleh tumor jinak maupun ganas (kanker). Untuk itu, diperlukan tes fungsi tiroid memastikan keaktifan kelenjar tiroid tersebut. Jika kelenjar tiroid ini membesar dengan merata dan terjadi penyakit tiroid hipertiroid, dokter akan melanjutkan dengan tes penyakit graves. Jika terjadi hipotiroid, kemungkinan terjadi tiroiditis Hashimoto. Untuk memastikannya, dokter dapat melakukan tes darah. Cara lain yang bisa dilakukan adalah pemindaian, ultrasonografi tiroid, maupun biopsy aspirasi jarum halus.

Pada penderita hipertiroid, metabolisme tubuh akan meningkat. Penderita kerap kepanasan, kelelahan di malam hari, sulit tidur, tangan bergetar, dan detak jantung tidak beraturan. Terapi dilakukan dengan yodium radioaktif sehingga goiter mengecil. Hipertiroid dapat pula disebabkan oleh gangguan sekresi THS oleh kelenjar di otak.

Berikut adalah beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami penyakit tiroid hipertiroid:
1. Resah dan sering gugup
2. Jari sering gemetar
3. Jantung berdebar-debar
4. Berat badan berkurang
5. Sering berkeringat berlebihan
6. Lemas dan konsentrasi berkurang
7. Insomnia
8. Sakit kepala seperti ditusuk-tusuk
9. Siklus menstruasi yang tidak teratur
10. Emosi yang labil

Jenis-jenis Tiroid
Tes tiroid memiliki beragam jenis. Masing-masing dilakukan untuk memenuhi suatu tujuan tertentu, khususnya yang berkaitan dengan penentuan jenis masalah penyakit tiroid dialami oleh seseorang. Beberapa jenis tes mungkin dipilih karena tingkat kemudahannya. Sementara itu, ada beberapa tes yang dipilih hanya karena tes lainnya dianggap tidak akan mencukupi.

Berikut ini adalah beberapa jenis tes tiroid:
1. Pengukuan serum hormon tiroid melalui radioimmunoassay
Ini adalah tes tiroid paling umum yang biasanya dilakukan untuk menentukan jumlah tiroksin dalam darah. Tes ini sangat baik dan akurat untuk memeriksa fungsi tiroid, terutama jika pasien belum mengkonsumsi obat-obatan.

2. Pengukuran produksi TSH hipofisis
TSH adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. Jika ada kenaikan tingkat TSH, hal ini mungkin merupakan respon dari kelenjar hipofisis atas penurunan tingkat sirkulasi hormon tiroid. Jika demikian yang terjadi, hal ini biasanya menjadi indikator pertama terjadinya kegagalan kelenjar tiroid.

3. Tes TRH
TRH mengacu pada hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus yang bertindak sebagai pemicu kelenjar pituitary untuk menghasilkan TSH. Dalam hal ini, seseorang akan disuntik dengan TRH. Jika pasien menunjukkan respon yang diangkat ke tingkat baru TRH, itu bisa menjadi indikator penyakit tiroid hipotiroidisme.

4. Scan serapan kalsium
Hal ini dilakukan untuk menentukan berapa banyak yodium tubuh memanfaatkan dalam memproduksi hormon. Sel-sel pada kelenjar tiroid memakai yodium dalam aliran darah. Ketika kelenjar tiroid menggunakan yodium terlalu sedikit, itu berarti bahwa seseorang sedang mengalami hipotiroidisme. Di sisi lain, ketika seseorang menggunakan terlalu banyak yodium, maka hal tersebut merupakan indikator hipertiroidisme.

5. Thyroid scan
Tes ini berkembang pesat menjadi cara yang paling populer untuk menguji aktivitas kelenjar tiroid. Pada tes ini, sebuah kamera khusus digunakan untuk mendeteksi tingkat iodine di dalam tiroid. Seorang pakar medis akan dapat menilai aktivitas tiroid melalui gambar yang dihasilkan oleh kamera tersebut dan menentukan adanya penyakit tiroid.

Tes tiroid ini sangat dianjurkan, terutama untuk kaum wanita, untuk dilakukan secara teratur agar segera mendeteksi penyakit tiroid. Selain itu, hal ini untuk mematau tingkat hormon yang disekresi oleh kelenjar tiroidnya. Pemeriksaan ini bisa dilakukan ketika anda melakukan pemeriksaan fisik tahunan, yang dimulai pada usia 50 tahun atau bisa lebih cepat jika anda mengalami gejala tersebut. Apalagi penyakit tiroid cenderung menyerang wanita pada usia 60 tahun.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *