Penyakit Periodontal: Penyakit Gigi Berbahaya

Penyakit periodontal ini jarang sekali diperbincangkan, sehingga kurang dikenal oleh masyarakat. Padahal, jika terserang penyakit ini, efeknya cukup mengerikan, yaitu terjadinya kehilangan gigi. Karena luasnya penyebaran penyebaran penyakit ini, tidak banyak orang yang memperhatikannya. Penyakit ini umumnya lebih sering menyerang wanita daripada laki-laki.

Seperti karies, penyakit periodontal juga memiliki perkembangan yang lambat. Akan tetapi, jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya gigi. Di samping itu, studi epidemiologi menunjukkan bahwa penyakit ini bisa dicegah dengan cara membersihkan plak, yang merupakan penyebab utamanya, dengan menyikat gigi secara teratur dan membersihkan karang gigi secara rutin.

Penyakit Periodontal
Penyakit Periodontal

Penyakit periodontal ini merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri-bakteri yang terkumpul di dalam karang gigi yang biasanya terdapat pada leher gigi. Pada kondisi ringan seperti gingivitis, yaitu peradangan hanya pada gusi, penyakit ini biasanya menyebabkan gigi berwarna merah dan mudah berdarah. Pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan tulang pendukung gigi dan juga abses periodontal.

Dalam konteks ini, penyakit periodontal mengenai jaringan gusi dan penyangga gigi lainnya. Yang termasuk penyangga gigi adalah gusi, serat perekat gigi, dan tulang di sekitar gigi. Penyakit periodontal ini merupakan penyebab utama tanggalnya gigi pada orang dewasa dan menimbulkan kerusakan gusi, serat perekat, serta tulang yang berada di sekitar gigi. Penyakit ini bersifat progresif, yang biasanya menyerang seseorang antara usai 30-40 tahun, dan tidak bisa kembali normal seperti semula.

Umumnya penyakit ini tidak menimbulkan rasa sakit. Kunjungan ke dokter gigi secara berkala sangat berarti untuk mendapatkan diagnosa dini dan perawatan penyakit periodontal. Kira-kira 15% orang dewasa usia 21-50 tahun dan 30% usia di atas 50 tahun mengalami penyakit ini.

Penyebab utama penyakit periodontal adalah mikro organisme yang berkolonisasi di permukaan gigi, yaitu plak bakteri dan produk-produk yang dihasilkannya. Selain plak, merokok serta penyakit sistemik seperti diabetes mellitus meningkatkan keparahan penyakit periodontal. Menyikat gigi saja seringkali tidak cukup untuk membersihkan kumpulan plak yang terakumulasi di leher gigi dan bawah gusi yang melekat pada leher gigi.

Penggunaan obat-obatan tertentu yang menimbulkan efek samping terhadap rongga mulut dan perubahan hormonal pada wanita juga menjadi faktor predisposisi dan terjadinya penyakit periodontal. Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh faktor lokal, misalnya susunan gigi yang tidak normal antara gigi atas dan bawah sehingga ada gigi yang bersentuhan terlebih dulu saat rahang dikatupkan. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat juga menyebabkan kerusakan jaringan periodontal.

Lebih lengkapnya, berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit periodontal :

1. Perubahan-perubahan hormon, seperti yang terjadi selama kehamilan, masa pubertas, menopause, dan menstruasi bulanan. Hal ini membuat gusi-gusi lebih sensitif, yang mebuat gingivitis lebih mudah untuk berkembang.

2. Penyakit-penyakit yang mungkin mempengaruhi kondisi dari gusi. Ini termasuk penyakit-penyakit seperti kanker atau HIV yang mengganggu sistem imun. Karena diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan gula darah, pasien-pasien dengan penyakit ini berada pada resiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi, termasuk periodontal.

3. Obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesehatan mulut, karena beberapa diantaranya dapat mengurangi aliran air liur, serta mempunyai efek perlindungan pada gigi-gigi dan gusi-gusi. Obat-obatan tersebut seperti obat anticonvulsant Dilantin dan obat anti-angina, seperti Procardia dan Adalat, dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan gusi yang abnormal.

4. Kebiasaan-kebiasaan buruk, seperti merokok dapat membuat jaringan gusi lebih sulit untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Baca juga:  Kanker Payudara: Gejala dan Faktor Penyebabnya

Gejala Penyakit Periodontal
Gejala penyakit ini biasanya tidak dirasakan sampai kondisi penyakitnya sudah parah. Gejalanya bisa berupa bau mulut yang tidak hilang, gusi merah, membengkak, sakit dan berdarah, rasa sakit pada saat mengunyah, serta gigi goyang dan gigi sensitif.

Ada dua tipe penyakit periodontal yang biasanya dijumpai, yaitu gingivitis dan periodontitis. Gingivitis merupakan bentuk penyakit periodontal ringan yang disertai adanya tanda-tanda klinis gingival yang berwarna merah, membengkak, dan mudah berdarah. Gingivitis yang tidak dirawat akan menyebabkan kerusakan pada tulang pendukung gigi atau disebut periodontitis. Sejalan dengan waktu, bakteri dalam plak gigi akan menyebar dan berkembang. Selanjutnya, racun yang dihasilkan oleh bakteri akan mengiritasi gingival sehingga akan merusak jaringan pendukungnya.

Dalam hal ini, gingival menjadi tidak melekat lagi pada gigi dan membentuk saku yang akan bertambah dalam. Akibatnya, makin banyak tulang dan jaringan pendukung yang rusak. Bila penyakit ini berlanjut terus dan tidak segera dirawat, lama-kelamaan gigi akan menjadi longgar dan lepas dengan sendirinya.

Berdasarkan uraian di atas, berikut adalah tahap perkembangan penyakit periodontal:

1. Gusi yang sehat
Ciri-ciri gusi yang sehat adalah gusi yang berwarna merah muda, lembut dan kenyal, bertekstur seperti kulit jeruk, bentuknya mengikuti kontur gigi, serta tepinya berbentuk seperti kulit kerang serta tidak ada pendarahan saat disikat.

2. Gingivitis (peradangan pada gusi)
Gingivitis ini umumnya ditandai dengan penumpukan karang gigi atau plak di sepanjang tepi gusi, gusi terasa sakit, mudah berdarah, bengkak, dan lunak. Selain itu, seringkali terjadi pendarahan pada waktu menyikat gigi atau menggunakan benang gigi. Gingivitis dapat dicegah dan disembuhkan melalui penyikatan gigi dan pembersihan pada sela gigi yang dilakukan dengan baik. Sebaliknya, bila kebersihan mulut tidak terjaga, gingivitis akan berkembang menjadi periodontis.

3. Periodontitis awal
Tahap ini mulai menyerang tulang penyangga gigi, kerusakan yang terjadi tidak dapat dipulihkan tapi penyebarannya dapat dihentikan melalui pemeliharaan kebersihan mulut yang baik dan pemeriksaan ke dokter gigi. Tanda-tanda awalnya menyerupai tanda-tanda gingivitis. Selain itu, gusi berubah menjadi kemerahan dan bengkak serta terdorong menjauhi gigi.

4. Periodontitis lanjut
Ciri-ciri periodontitis tingkat lanjut adalah adanya perubahan cara menggigit yang disebabkan karena berkurangnya dukungan tulang penyangga gigi. Akibatnya akar gigi terbuka sehingga sensitif terhadap panas atau dingin atau rasa sakit ketika disikat. Peradangan yang terjadi pada jaringan periodontal seringkali ditandai dengan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi bila gusi ditekan, bau mulut, dan rasa gatal pada gusi. Berkurangnya dukungan jaringan penyangga akan menyebabkan gigi goyang bahkan tanggal.

Untuk mengetahui dan mengantisipasi terjadinya penyakit yang mengerikan di atas, lakukan pemeriksaan gigi sekali dalam setahun dan bersihkan karang gigi enam bulan sekali. Pada saat pemeriksaan, dokter gigi akan memeriksa kesehatan gusi anda dengan menggunakan sinar-x untuk mengetahui ada tidaknya radang gusi yang dapat berkontribusi pada penyakit jantung dan diabetes. Dengan begitu, anda dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada gigi anda.

Disamping itu, meskipun anda melakukan flossing dan menyikat gigi setiap hari, hanya dokter gigi yang dapat memeriksa dan menemukan pemicu penyakit periodontal ini seperti; penyakit gusi, gigi berlubang, tambalan lepas, gigi yang patah, infeksi, tanda awal kanker mulut, dan tanda-tanda lain yang dapat mepengaruhi kesehatan anda secara umum.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × one =