Kanker Kulit, Waspada dan Kenali Gejalanya

Kanker kulit adalah jenis kanker yang dapat diamati langsung karena letaknya yang berada di permukaan kulit. Oleh karena itu, kanker ini sering ditemukan pada stadium awal. Umumnya, kanker ini banyak menyerang orang yang sering terpapar sinar matahari secara langsung. Kanker ini juga lebih banyak menyerang orang kulit putih daripada orang dari ras kulit berwarna.

Mengenal Kanker Kulit

Penyakit kanker kulit walau tak seganas kanker-kanker lainnya tetap menuntut kewaspadaan kita. Penyakit ini tidak saja dapat mengganggu penampilan kulit namun pada stadium lanjut juga bisa menimbulkan bahaya yang berujung pada kematian. Di Indonesia, jenis penyakit kanker kulit ini tak terlalu banyak ditemukan kasusnya. Sebab pada umumnya penduduk Indonesia termasuk ras kulit berwarna.
Waspada penyakit kanker kulit
Waspada penyakit kanker kulit

Kanker kulit merupakan kanker yang paling sering di diagnosa melebihi kanker paru-paru, kanker payudara, kanker kolorektal dan kanker prostat. Kanker kulit merupakan kanker yang paling umum di derita manusia pada jenjang usia muda, sekitar 20-39 tahun. Diperkirakan sekitar 85% dari kasus kanker kulit disebabkan oleh terlalu seringnya terkena sinar matahari. Kanker ini biasanya tumbuh di daerah yang paparan sinar mataharinya lebih kuat dari daerah lain dan cenderung tidak menyebar.

Pada dasarnya setiap orang dapat mengalami kanker kulit. Selain faktor-faktor penyebab diatas, pemilik mata warna cerah juga lebih beresiko mengalami kanker kulit daripada orang-orang dengan warna mata gelap. Yang juga rentan mengalami kanker kulit adalah orang-orang yang tinggal di daerah yang banyak mendapatkan sinar matahari, atau orang-orang yang bekerja di tempat terbuka, seperti petani, pelaut, tenaga bangunan, dan lain-lain. Demikian pula dengan orang-orang yang memiliki hobi melakukan kegiatan di udara terbuka, seperti para petenis, peselancar, dan orang-orang yang sering berjemur di bawah sinar matahari.

Kanker kulit
ini juga dapat terjadi karena berhubungan langsung dengan zat-zat karsinogenik, seperti batubara, pestisida, dan minyak paraffin serta terpapar sisa-sisa radioaktif dan radium. Disamping itu, kanker kulit juga bisa dialami oleh orang-orang yang sering mengalami luka bakar berulang, seperti tukang las, tukang minyak, dan lain-lain.Dewasa ini, penyakit ini cenderung mengalami peningkatan jumlahnya, terutama di kawasan Amerika, Australia, dan Inggris. Di Indonesia, penderita kanker kulit bisa di bilang sangat sedikit dibandingkan ketiga negara tersebut.

Sebagaimana kanker pada umumnya, kanker kulit tidak menimbulkan rasa sakit serius sebelum di derita pada stadium akut. Oleh karena itu, kita perlu waspada dengan mengenali gejala kanker kulit. Beberapa gejala yang biasanya timbul adalah adanya noda atau tahi lalat yang baru muncul dan bukan bawaan lahir. Bentuknya asimetris atau tidak beraturan. Keberadaan noda hitam dan tahi lalat tersebut disertai rasa gatal atau nyeri. Keduanya memiliki garis tepi yang samar sehingga kelihatan tidak jauh berbeda dengan area kulit di sekitarnya. Selain hitam atau cokelat, noda tersebut cenderung berwarna kemerahan. Lama-kelamaan, areanya semakin meluas dan mencapai lebih dari setengah centimeter.

Di samping ciri-ciri di atas, gejala kanker kulit juga bisa dikenali dari kulit yang kasar dan kelihatan seperti bekas luka. Jika terdapat tahi lalat atau noda hitam dengan ciri-ciri di atas, segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dini gejala kanker kulit akan memudahkan proses penyembuhannya karena bisa ditangani sejak awal.

Berikut ini beberapa gejala kanker kulit yang bisa kita deteksi dan kenali sendiri:
1. Tahi lalat asimetris
Tahi lalat seharusnya memiliki bentuk yang teratur. Oleh karena itu, setiap perubahan pada ukuran dan bentuk tahi lalat harus menjadi perhatian. Segera periksakan perubahan tersebut ke dokter kulit.

2. Tepi tahi lalat

Seperti bentuk dan ukurannya, bagian tepi dari tahi lalat seharusnya berbentuk halus dan tidak berubah selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, luka, bengkak, atau tepian tahi lalat yang membesar adalah pertanda bahwa Anda harus segera memeriksakan kesehatan kulit Anda ke dokter.

3. Warna tahi lalat

Warna tahi lalat seharusnya juga tetap dan tidak berubah. Orang dengan rambut berwarna cerah seharusnya memiliki warna tahi lalat yang lebih cerah dan tahi lalat warna lebih gelap bagi yang berkulit gelap. Perubahan warna pada tahi lalat yang menjadi kemerahan sebaiknya menjadi perhatian.

4. Ukuran
Semakin besar diameter tahi lalat, semakin tinggi pula resiko terkena kanker kulit. Apalagi jika ada tahi lalat yang tumbuh dengan ukuran di atas enak millimeter. Perubahan demikian adalah peringatan serius.5. Tahi lalat baru
Jika tubuh anda terlalu sering terdapat tahi lalat baru, segera berkonsultasi dengan dokter.6. Gatal-gatal
Tahi lalat yang terasa gatal adalah pertanda buruk. Selain gatal, tahi lalat yang membesar, bersisik, atau berdarah bisa menjadi gejala-gejala ternjadinya kanker kulit. Periksakan ke dokter kulit segera.

7. Resiko bawaan
Orang dengan kulit sangat pucat lebih beresiko terkena kanker kulit dibandingkan orang dengan kulit berwarna. Waspada bila ada anggota keluarga yang terkena karsinoma. Sebab, ini menunjukkan bahwa anda memiliki resiko lebih besar untuk terkena kanker kulit.

Jenis-jenis kanker kulit
Ada tiga jenis kanker kulit yang umum menyerang manusia, yaitu karsinoma sel basal (KSB), karsinoma sel skuamosa (KSS), dan melanoma maligna (MM).

1. Karsinoma Sel Basal (KSB)
Kanker kulit jenis ini merupakan yang paling banyak terjadi. Kanker ini tidak menyebar (metastasis) ke bagian tubuh yang lainnya, tetapi sel kankernya dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit di sekitarnya. Warna kulit terang dan sering terkena paparan sinar matahari didudga sebagai penyebab KSB ini. Faktor lain yang juga dapat menjadi penyebabnya adalah sistem imun yang lemah, baik karena penyakit lain atau pengobatan, luka bakar, dan sinar X-ray.

Baca juga:  Gagal Ginjal, Waspada dan Kenali Penyakit Ini

KSB bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkannya, seperti timbulnya benjolan yang sukar sekali disembuhkan, benjolan yang agak berkilat kemerahan dengan pinggir meninggi dan berwarna agak kehitaman serta kelainan seperti jaringan parut dan lecet atau yang tidak kunjung sembuh. Bagian tubuh yang biasanya sering terserang kanker sel basal ini adalah wajah, leher, dan kulit kepala.

Metode tunggal untuk memastikan penyakit kanker sel basal ini adalah pemeriksaan klinis dan histopatologis dengan mengambil sampel bagian kulit yang di anggap sebagai jaringan kanker. Selanjutnya sampel tersebut akan diteliti menggunakan mikroskop.

Untuk mengobati kanker kulit jenis ini, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan yaitu:

  • Pembedahan untuk mengangkat jaringan kanker kulit supaya tidak menyebar luas
  • Penyinaran
  • Bedah beku
  • Bedah listrik
  • Fotodinamik, atau Diberikan obat-obatan untuk jenis penyakit kanker kulit ini secara rutin.
2. Karsinoma Sel Skuamosa (KSS)
KSS merupakan jenis penyakit kanker kulit yang lebih banyak diderita pria, terutama yang sudah lanjut usia. Kanker kulit ini dapat menyebabkan terjadinya keganasan sel keratinosit epidermis dan merupakan kanker kulit ke dua yang paling sering terjadi. KSS dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain, umumnya yang diderita mereka yang berada di wilayah tropis.Seperti halnya KSB, kanker kulit ini juga diduga terjadi akibat paparan sinar matahari sebagai faktor penyebab utamanya. Selain itu, KSS juga bisa disebabkan oleh sistem imun tubuh yang lemah, virus, bahan-bahan kimia, dan jaringan parut.Gejala yang bisanya muncul adalah benjolan atau luka pada kulit yang cenderung semi permanen dan sulit untuk sembuh. Untuk diagnosis dan terapi, hampir sama dengan diagnosis KSB.3. Melanoma Maligna (MM)
Kanker jenis ini tergolong kanker kulit yang jarang terjadi. Akan tetapi, penyebarannya tergolong paling cepat dan membutuhkan penanganan yang paling intensif. Oleh karena itu, MM juga dikategorikan sebagai kanker kulit yang paling ganas dan berpotensi mematikan. Di Amerika, hasil penelitian menunjukkan bahwa enam dari tujuh penderita kanker ini meninggal dunia. Bahkan, jumlah penderitanya semakin meningkat dari tahun ke tahun. MM juga bisa berkembang dari tahi lalat yang sudah ada atau yang baru muncul.

Biasanya, MM menyerang bagian kulit yang memiliki tahi lalat atau bercak-bercak sejak lahir. Akan tetapi, kanker kulit ini juga dapat menyerang bagian tubuh mana pun, termasuk di bawah kuku, selaput lendir, dan tumit. Bentuk gangguannya dapat berupa benjolan kecil dengan diameter kurang dari 1,5 cm, berborok atau berkerak, datar atau menonjol, dan bisa berwarna hitam, abu-abu atau biru. Bila telah menyebar, MM dapat berbentuk salah satu dari tiga bentuk yang sulit untuk dibedakan.Untuk membedakannya, perhatikan tiga hal berikut ini:

– Lentigo atau datar dengan pertumbuhan mendatar,
– Permukaan memiliki batas yang jelas dan pertumbuhan mendatar, atau
– Modular atau teraba dan tumbuh secara vertical

Untuk itu, Anda yang memiliki tahi lalat yang lambat laun mengalami perubahan warna, ukuran, maupun bentuk harus selalu waspada. Jika tahi lalat tersebut disertai rasa gatal yang terus menerus dan ketika digaruk mengeluarkan darah, segera konsultasikan dengan dokter kulit. Sebab gejala ini bisa jadi menunjukkan bahwa anda sudah terkena MM.

Ciri-ciri lain dari kanker ini disingkat dengan ABCD, yaitu:

  • A = Asymmetric, yaitu bentuknya tak beraturan.
  • B = Border, yaitu bagian pinggirnya tidak rata.
  • C = Color, yaitu warnanya bisa kecoklatan sampai hitam. Bahkan, dalam kasus tertentu, ditemukan yang berwarna putih, merah, dan biru.
  • D = Diameter, yaitu diameternya lebih besar dari 6 mm.

Penegakan diagnosis pada kasus kanker kulit jenis ini sama dengan kedua jenis kanker kulit lainnya. Dokter akan melakukan tindakan biopsy untuk kemudian diperiksa menggunakan mikroskop. Jika hasil diagnosa dinyatakan positif, pasien harus segera menjalani pembedahan menyeluruh agar sel kanker tersebut tidak menyebar lebih luas. Sebab, bahaya yang lebih besar akan mengancam jiwa pasien jika sel kankernya telah masuk ke dalam saluran limpa. Jika sudah demikian, tidak ada jalan lain kecuali pengangkatan limpa.

Cara terbaik untuk deteksi dini penyakit kanker kulit ini adalah dengan pemeriksaan dini secara rutin sebulan sekali. Hal ini lebih dianjrkan lagi bagi anda yang memiliki tahi lalat baru yang tumbuh dengan sifat yang mencurigakan. Selain itu, lakukan pemeriksaan kulit secara menyeluruh setahun sekali pada dokter atau ahli kulit. Lakukan pula pemeriksaan saat anda mencurigai sesuatu pada kulit Anda.Dokter akan memeriksa kulit Anda mulai dari kepala sampai ujung kaki. Hal-hal yang akan diperiksa dokter meliputi warna dan pertumbuhan tahi lalat, perubahan warna kulit, dan sebagainya. Walaupun tidak ada rekomendasi pasti mengenai kapan tes kulit ini harus dilakukan, sebaiknya Anda sudah memulainya sejak usia 20 tahun.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *