Pap Smear, Tes Kesehatan Wajib Bagi Wanita

Pap smear atau Papanikolaou test adalah pemeriksaan sitologi serviks yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1941 oleh Dr Georgios Papanikolaou. Tes ini terbukti dapat menurunkan frekuensi mortalitas kanker serviks dari 35.000 kasus menjadi 5.000 kasus setiap tahun.

Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillpomavirus atau HPV. Ini merupakan pemeriksaan sederhana sebagai pendeteksi awal dari gejala-gejala kanker serviks. Tes ini dilakukan untuk mencari sel-sel abnormal yang disebut sel-sel prekankerosa, dysplasia atau kankerosa pada area serviks. Dengan cara ini, masalah yang ada diharapkan bisa dideteksi lebih dini sehingga dapat diatasi lebih cepat.

Pap Smear
Proses Tes Pap Smear

Pap smear bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan bidan terlatih, baik di puskesmas maupun rumah sakit besar. Pasien yang akan menjalani tes ini tidak boleh dalam keadaan haid. Karena darah dan sel dari dalam rahim dapat mengganggu akurasi hasil Pap smear. Waktu yang disarankan untuk menjalani Pap smear adalah tiga hari sesudah haid selesai, atau satu minggu setelah haid selesai.

Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum Anda melakukan tes Pap smear, antara lain :
1. Tidak boleh berhubungan badan selama 1-3 hari sebelum pemeriksaan dilakukan, bahkan meskipun menggunakan kondom.
2. Tidak sedang menggunakan obat-obatan vaginal, termasuk sabun pembersih vagina dan semacamnya.
3. Tidak mandi berendam dalam bath tub selama 24 jam sebelum pemeriksaan, dan
4. Tidak sedang hamil.

Syarat-syarat di atas perlu dipenuhi untuk menghindari adanya kontaminasi ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil pemeriksaan. Sedangkan bagi ibu hamil, Pap smear dapat dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan. Pada masa itu, darah atau cairan pada masa nifas sudah tidak ada. Disamping itu, pasien yang bersangkutan diyakini juga lebih siap untuk melakukan pemeriksaan dalam.

Baca juga:  Tes Gula Darah, Lakukan Secara Rutin Bagi Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seorang wanita harus melakukan pemeriksaan Pap smear :
• Menikah pada usia muda ( di bawah 20 tahun)
• Pernah melakukan hubungan seksual sebelum usia 20 tahun
• Pernah melahirkan lebih dari 3 kali
• Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrasepsi hormonal
• Mengalami pendarahan setiap kali berhubungan seksual
• Mengalami keputihan atau gatal pada vagina
• Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina
• Berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual

Dari beberapa poin di atas, banyak ahli kandungan yang menyimpulkan bahwa tes ini penting dilakukan oleh semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual. Pasalnya, aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks. Tes ini dianjurkan untuk dilakukan sekurang-kurangnya setiap 1-3 tahun sekali, sampai usia 65 tahun atau lebih jika selama 3 kali tes berturut-turut hasilnya normal. Wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan rahim juga sangat dianjurkan untuk melakukan tes ini. Meskipun Pap smear merupakan metode screening yang berfungsi sebagai tindakan pencegahan awal, namun, pap smear mampu mendeteksi lebih dari 90% kanker leher rahim tahap awal yang masih dapat disembuhkan.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *