Ramuan Tradisional – Mengobati Keracunan Makanan

Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Metode ini sangat erat kaitannya dengan tradisi nenek moyang manusia pada zaman dahulu, ketika proses pengobatan masih dilakukan secara primitif dengan menggunakan berbagai jenis tanaman yang diyakini mempunyai khasiat obat. Karena itulah, ramuan pengobatan ini disebut dengan ramuan tradisional atau obat tradisional. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di sekitar kita, seperti di halaman rumah, pinggir jalan atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Pengobatan dengan menggunakan ramuan tradisional hasilnya memang tidak secepat dengan menggunakan obat-obatan modern. Waktu penyembuhan dengan ramuan tradisional hasilnya akan lebih lama jika dibandingkan dengan pengobatan modern, hal ini karena sifat pengobatan tradisional adalah konstruktif. Artinya, pengobatan dilakukan untuk memperbaiki bagian yang terserang secara perlahan, namun menyeluruh.

Mengobati keracunan makanan dengan ramuan tradisional
Mengobati keracunan makanan dengan ramuan tradisional

Berbeda dengan pengobatan modern yang bersifat destruktif. Artinya, pengobatan dilakukan dengan cara cepat, karena menggunakan bahan kimiawi dengan dosis cukup tinggi, namun belum tentu cocok dan aman untuk bagian tubuh yang lain. Beberapa orang dokter masih tetap mempertahanan pengobatan dengan obat-obatan buatan pabrik dan mengkombinasikan dengan ramuan tradisional. Selanjutnya, penggunaan obat-obatan buatan pabrik dilepaskan secara perlahan, agar tubuh tidak bereaksi negatif. Namun beberapa bahan kimia yang belum ada substitusinya dengan obat tradisional tetap dipertahankan, contohnya nitroglycerin untuk penyakit jantung.

Apakah ramuan tradisional memiliki efek samping negatif?
Efek samping negatif dalam ramuan tradisional cenderung sangat kecil jika dibandingkan dengan obat-obatan modern. Alasannya karena bahan bakunya sangat alami atau tidak bersifat kimiawi. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis dan cara penyimpanannya baik, niscaya efek samping negatif obat tradisional tidak perlu dikhawatirkan.

Perlu diperhatikan, jangan meminum ramuan tradisional terlalu sering, jika tidak memerlukannya. Mengkonsumsi ramuan tradisional yang berlebihan hanya akan membuat lambung bekerja ekstra keras untuk mencerna bahan yang tidak diperlukan tubuh. Sementara itu, efek penyembuhan untuk suatu penyakit tidak ada, sehingga akan menimbulkan masalah kesehatan baru.

Di artikel ini akan kita bahas dan uraikan tentang bagaimana mengobati keracunan makanan dengan menggunakan beberapa ramuan tradisional yang bisa Anda pilih.

Mengobati Keracunan Jamur
Keracunan jamur dapat menyebabkan penderita muntah-muntah, mabuk, kepala pusing, berhalusinasi, wajah memerah, gangguan pernapasan, diare, dan pingsan. Apabila jamur yang dikonsumsi berasal dari jenis yang sangat beracun, seperti Amanita sp atau Phacomarasmius sulciseps, penderita bisa mengalami keracunan berat, bahkan dapat berujung kematian. Meskipun demikian tidak semua jamur mengandung racun. Di dalam jamur beracun biasanya terdapat kandungan zat aflatoksin yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme tubuh dan sistem pernapasan. Untuk mengatasi keracunan akibat jamur, buatkan racikan ramuan tradisional sebagai berikut.1. Ramuan I
Ramuan tradisional pertama yaitu; sediakan satu butir telur ayam mentah, susu kental, santan kental, atau air kelapa muda. Kocok telur ayam mentah lalu diminumkan kepada penderita keracunan agar cepat muntah. Jika tidak ada, telur ayam dapat diganti dengan susu kental. Minumkan sebanyak-banyaknya kepada penderita sampai muntah. Setelah muntah, minumkan air kelapa muda atau santan kental. Dosisnya satu gelas sekali minum.

2. Ramuan II
Sediakan ¼ kepalan tangan bidara upas, ½ gelas santan, dan dua sendok makan madu. Cuci bidara upas kemudian parut. Campurkan hasil parutan dengan setengah gelas santan kelapa tua dan remas-remas. Setelah itu campurkan juga madu murni, lalu peras dan saring. Diminum sebanyak 2x sehari dengan dosis 3 sendok makan sekali minum.

Mengobati Keracunan Jengkol
Jengkol bisa menyebabkan keracunan bila dikonsumsi terlalu banyak. Jengkol mengandung asam jengkol yang akan berubah menjadi racun dalam lambung atau tubuh jika di konsumsi berlebihan. Yang pada akhirnya, lambung akan memberikan reaksi berupa muntah atau mulas. Selain pada bagian perut, rasa sakit juga dirasakan disekitar pinggang dan punggung. Keracunan jengkol dapat disembuhkan dengan memakai bahan-bahan yang mudah didapat disekitar kita.

1. Ramuan I
Bahan yang diperlukan adalah sekepal pepaya muda dan garam. Caranya adalah dengan memarut pepaya muda yang telah dikupas dan dicuci. Tambahkan setengah gelas air masak dan garam secukupnya. Minum ramuan tersebut hingga gejala keracunannya hilang.

Baca juga:  Cara mengobati Beri-beri Secara Alami

2. Ramuan II
Siapkan 2 sendok teh serbuk kopi, satu sendok makan putih telur, dan 2 sendok makan madu murni. Campurkan semua bahan tersebut dan aduk hingga rata. Seduh campran bahan tersebut dengan segelas air panas. Minum selagi hangat sebanyak 2x sehari dengan dosis setengah gelas untuk sekali minum.

3. Ramuan III
Sediakan 10 hingga 15 lembar daun pegagan. Rebus daun pegagan dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya, lalu diminum selagi hangat.

4. Ramuan IV
Sediakan 3 tangkai daun singkong manis, garam, dan air mendidih secukupnya. Cuci daun singkong, lalu seduh dengan air mendidih. Diamkan seduhan hingga airnya dingin. Minum air rebusan dan makan daunnya dengan sedikit garam.

Mengobati Keracunan Makanan Laut
Keracunan makanan laut disebabkan oleh histamin atau zat penyebab alergi yang terdapat dalam hewan-hewan laut. Selain itu, keracunan bisa juga disebabkan bisa juga disebabkan oleh racun udang, biasanya terjadi karena kurang sempurnanya dalam mengolah udang, baik waktu membersihkan atau ketika memasak. Jika tidak dibersihkan dengan baik, dapat berakibat buruk pada kesehatan tubuh. Penderita keracunan akan merasa mabuk, bahkan bisa sampai meninggal dunia. Bagaimana cara mengatasi keracunan udang dengan ramuan tradisional? Berikut beberapa ramuan yang bisa dicoba.

1. Ramuan I
Sediakan 2 siung bawang putih, setengah sendok jintan hitam, 2 sendok makan santan, dan 2 sendok makan madu. Cara membuatnya: cuci bawang putih hingga bersih, lalu giling halus. Campurkan 2 sendok makan santan dan 2 sendok madu murni ke dalamnya. Peras dan saring campuran tersebut. Ramuan tersebut diminum 2 kali sehari dengan dosis satu sendok sekali minum.

2. Ramuan II
Sediakan ¾ kepalan tangan umbi pisang swanggi dan air garam. Cuci bersih umbi pisang swanggi, kemudian parut. Setelah itu, tambahkan satu sendok makan air garam, lalu diperas dan disaring. Minum ramuan ini sekali sehari sebanyak dua sendok makan sekali minum.

3. Ramuan III
Sediakan 3-7 rimpang jahe sebesar ibu jari dan minyak tanah secukupnya. Parut umbi jahe yang telah dicuci bersih, tambahkan minyak tanah secukupnya. Oleskan ramuan tersebut ke bagian badan yang terasa gatal.

Mengobati Cacingan
Cacingan merupakan gejala penyakit yang timbul dan biasanya disebabkan oleh pola hidup yang kurang higienis. Penyakit ini tidak hanya menimpa anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Gejala-gejala penyakit umumnya adalah gangguan lambung dan usus seperti mulas-mulas, kejang-kejang, dan diare berkala. Jenis-jenis cacing yang sering menginfeksi manusia adalah cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, dan cacing kremi. Ada beberapa jenis ramuan tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacingan. Berikut uraiannya.

1. Ramuan I
Sediakan 2 sendok makan biji pepaya, satu sendok makan madu, dan setengah cangkir air panas. Cuci dan giling biji pepaya hingga halus, lalu seduh dengan air panas. Campurkan dengan madu. Diamkan hingga hangat-hangat kuku. Minum sekali sehari selama tiga hari berturut-turut.

2. Ramuan II
Sediakan temu giring sebesar telur ayam dan setengah gelas air panas. Cuci dan kupas temu giring, parut hingga halus, lalu seduh dengan air panas. Dinginkan, lalu saring. Untuk anak usia 6-8 tahun minum lima sendok makan, usia 9-12 tahun delapan sendok makan, dan untuk dewasa setengah gelas. Untuk semua umur, minum sekali dalam sehari.

3. Ramuan III
Sediakan satu genggam daun pare, garam secukupnya, dan air setengah cangkir. Cuci daun pare, lalu lumatkan dengan air. Peras dengan menggunakan kain dan tamping airnya dalam gelas. Tambahkan sedikit garam lalu aduk hingga larut. Minum ramuan seluruhnya pada pagi hari sebelum sarapan selama tiga hari berturut-turut.

Untuk menghindari keracunan makanan pastikan Anda mengolah makanan secara higienis dan biasakan selalu menjaga pola hidup yang bersih dan sehat. Semoga pembahasan tentang mengobati keracunan makanan dengan ramuan tradisional ini berguna dan menambah wawasan kita sehingga kita akan sigap dan siap ketika mengalami apa yang sudah kita uraikan disini.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + eleven =