Mengobati Penyakit Pencernaan Dengan Ramuan Tradisional (1)

Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Metode ini sangat erat kaitannya dengan tradisi nenek moyang manusia pada zaman dahulu, ketika proses pengobatan masih dilakukan secara primitif dengan menggunakan berbagai jenis tanaman yang diyakini mempunyai khasiat obat. Karena itulah, ramuan pengobatan ini disebut dengan ramuan tradisional atau obat tradisional. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di sekitar kita, seperti di halaman rumah, pinggir jalan atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Pengobatan dengan menggunakan ramuan tradisional hasilnya memang tidak secepat dengan menggunakan obat-obatan modern. Waktu penyembuhan dengan ramuan tradisional hasilnya akan lebih lama jika dibandingkan dengan pengobatan modern, hal ini karena sifat pengobatan tradisional adalah konstruktif. Artinya, pengobatan dilakukan untuk memperbaiki bagian yang terserang secara perlahan, namun menyeluruh.
Mengobati Penyakit Pencernaan Dengan Ramuan Tradisional
Mengobati penyakit pencernaan dengan ramuan tradisional
Berbeda dengan pengobatan modern yang bersifat destruktif. Artinya, pengobatan dilakukan dengan cara cepat, karena menggunakan bahan kimiawi dengan dosis cukup tinggi, namun belum tentu cocok dan aman untuk bagian tubuh yang lain. Beberapa orang dokter masih tetap mempertahanan pengobatan dengan obat-obatan buatan pabrik dan mengkombinasikan dengan ramuan tradisional. Selanjutnya, penggunaan obat-obatan buatan pabrik dilepaskan secara perlahan, agar tubuh tidak bereaksi negatif. Namun beberapa bahan kimia yang belum ada substitusinya dengan obat tradisional tetap dipertahankan, contohnya nitroglycerin untuk penyakit jantung.

Apakah ramuan tradisional memiliki efek samping negatif?

Efek samping negatif dalam ramuan tradisional cenderung sangat kecil jika dibandingkan dengan obat-obatan modern. Alasannya karena bahan bakunya sangat alami atau tidak bersifat kimiawi. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis dan cara penyimpanannya baik, niscaya efek samping negatif obat tradisional tidak perlu dikhawatirkan.

Perlu diperhatikan, jangan meminum ramuan tradisional terlalu sering, jika tidak memerlukannya. Mengkonsumsi ramuan tradisional yang berlebihan hanya akan membuat lambung bekerja ekstra keras untuk mencerna bahan yang tidak diperlukan tubuh. Sementara itu, efek penyembuhan untuk suatu penyakit tidak ada, sehingga akan menimbulkan masalah kesehatan baru.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan ketika membuat ramuan tradisional adalah sebagai berikut:
A. Umur pemakai dan dosis
Obat tradisional sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Sayangnya, penggunaan obat tradisional yang berkembang dari mulut ke mulut biasanya tidak menggunakan ukuran yang tepat. Sering kita jumpai istilah “secukupnya”, ½ bagian rimpang atau segenggam. Namun, resep-resep yang banyak dipublikasikan saat ini sudah mulai mempunyai standardisasi dalam hal ukuran, sehingga dapat dimanfaatkan semua orang dengan tepat. Menentukan dosis obat yang akan dikonsumsi harus memperhatikan faktor usia, terutama pemakaian untuk anak-anak. Dosis yang dianjurkan untuk anak-anak sebagai berikut:

  •     Usia 12 tahun sampai dewasa menggunakan satu dosis yang dianjurkan.
  •     Usia 6-12 tahun menggunakan ¾ dosis yang dianjurkan.
  •     Usia 1-6 tahun menggunakan ½ dosis yang dianjurkan.
  •     Usia dibawah 1 tahun menggunakan ¼ dosis yang dianjurkan.

B. Berat badan penderita
Dalam praktiknya, kalangan medis dapat menentukan berapa dosis yang harus dikonsumsi. Sebagai pedoman, biasanya anak-anak diberi seperempat hingga setengah dosis untuk dewasa. Pemberian dosis seperti ini dilakukan dengan mempertimbangkan berat badan penderita. Umumnya, berat badan anak-anak lebih ringan daripada orang dewasa. Namun dalam kasus tertentu, anak yang berusia 10 tahun bisa memiliki berat badan lebih berat dari pada orang dewasa. Karena itu, dosis yang diberikan harus sama atau paling tidak sedikit dibawah dosis orang dewasa. Kondisi khusus seperti ini sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis, agar pengobatan dapat lebih efisien.

Pada artikel ramuan tradisional ini akan kita bahas dan uraiakan berbagai macam ramuan untuk pengobatan yang berhubungan dengan pencernaan dan keracunan . Sebenarnya sangat banyak jenis penyakit akibat gangguan pencernaan dan keracunan yang dapat disembuhkan dengan ramuan tradisional. Namun kali ini hanya akan dibahas sembilan jenis penyakit akibat gangguan pencernaan dan tiga jenis penyakit akibat keracunan. Dan artikel ini akan kami bagi menjadi beberapa bagian.

Mengobati Ambeien
Ambeien adalah penyakit yang disebabkan oleh pembengkakan pembuluh darah di bagian bawah poros usus, baik di sebelah dalam maupun di sebelah luar lubang dubur. Sepintas bentuknya mirip seperti bisul yang berwarna merah kebiruan. Pembengkakan ini menyebabkan terhambatnya aliran darah ke perut. Ambeien, diperkirakan dipicu oleh kekurangan serat pada makanan yang dikonsumsi. Dapat juga disebabkan oleh kebiasaan duduk yang terlalu lama sehingga aliran darah di bagian dubur tertekan. Akibatnya terjadi penebalan jaringan mati di sekitar dubur. Hindari makanan pedas, minuman beralkohol, dan makanan yang mengandung banyak lemak. Perbanyak makan buah dan sayuran yang banyak mengandung serat, serta berolahraga ringan secara teratur.Ada beberapa ramuan tradisional yang bisa digunakan untuk menyembuhkan ambeien atau wasir. Untuk lebih jelasnya simak uraian bahan dan cara meramunya berikut ini.

1. Ramuan I
Sediakan ¾ jari lempuyang wangi, cuci bersih, kemudian parut. Campur hasil parutannya dengan air matang sebanyak 2 sendok makan lalu tambahkan garam secukupnya. Setelah itu, peras dan saring. Minum ramuan ini sebanyak 2x sehari dengan dosis 1 sendok makan setiap kali minum.

2. Ramuan II
Ambil setengah bagian daun lidah buaya, dua sendok makan madu dan setengah cangkir air matang. Buang duri yang ada di sekeliling lidah buaya, kemudian parut . Hasil parutannya dicampur dengan air matang dan madu. Campuran tersebut diaduk-aduk, lalu disaring. Minum ramuan ini 3x sehari.

3. Ramuan III
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; ambil satu rimpang temulawak, ¼ genggam daun kaki kuda atau pegagan, ¼ genggam daun saga manis, 1/5 genggam daun patikan cina, ¾ ibu jari klembak atau kemenyan, dan 3 jari gula aren. Cuci bersih semua bahan kecuali kemenyan dan gula aren. Potong kecil-kecil semua bahan yang telah disebutkan diatas dan rebus dalam 5 gelas air bersih. Biarkan air rebusan menyusut hingga tersisa dua gelas saja. Setelah dingin, saring air rebusannya. Minum ramuan ini 3x sehari dengan takaran ¾ gelas sekali minum.

4. Ramuan IV
Sediakan 20 gram daun patikan cina, 20 gram akar simaruba, 50 gram daun sembung, dan 10 gram klembak. Cuci bersih semua bahan dan direbus dalam 2 gelas air, hingga tersisa satu gelas saja. Minum ramuan ini 3x sehari sebanyak 1gelas setiap kalinya.

5. Ramuan V
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; ambil setengah batang daun lidah buaya ukuran sedang dan dua sendok makan madu. Bersihkan duri-duri pada lidah buaya dan parut. Campur hasil parutan dengan setengah cangkir air masak dan madu. Campuran ini diperas dan disaring. Minum ramuan ini 3x sehari. Hasil perasan diatas untuk satu kali minum.

6. Ramuan VI
Siapkan setengah buah pepaya gantung, 2 lembar daun pepaya muda, dan daun jambu mete secukupnya. Rebus buah pepaya dan daunnya hingga empuk. Makan dengan cara dilalap tanpa sambal setiap hari. Untuk menghilangkan rasa pahit, rebus dengan daun jambu mete.

Baca juga:  Mengobati Penyakit Pencernaan Dengan Ramuan Tradisional (2)

7. Ramuan VII
Bersihkan 15 gram jamur kuping, kemudian rebus bersama gula secukupnya kemudian minum hasil rebusannya. Pengobatan ini diulang selama beberapa hari hingga sembuh.

8. Ramuan VIII
Lumatkan kangkung dan garam secukupnya, kemudian bubuhkan pada bagian yang sakit.

9. Ramuan IX
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; rebus daun selada secukupnya hingga airnya berkurang. Kemudian bubuhkan daun selada ke bagian yang sakit. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan cara meminta penderita ambeien jongkok di atas uap air bekas rebusan selada.

10. Ramuan X
Parut setengah batang daun lidah buaya yang telah dibersihkan durinya hingga halus. Campur hasil parutan dengan setengah gelas air, lalu peras. Tambahkan 2 sendok madu. Minum 3x sehari sampai sembuh.

Mengobati Disentri
Penyakit disentri merupakan penyakit yang disebabkan oleh sejenis basil yang membuat penderita ters-menerus buang air besar yang terkadang bercampur darah. Sifat basil disentri ini mudah menular dan menyerang selaput lendir usus. Disentri bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu; disentri basil yang disebabkan oleh basil shinga kruse dan disentri amubawi yang disebabkan oleh protozoa disentri. Gejala yang biasa dialami oleh penderita disentri antara lain :

  • Perut terasa mual.
  • BAB berulang-ulang, bisa lebih dari 20x sehari.
  • Warna kotoran hijau dan bercampur darah.
  • Suhu badan meninggi.
  • Biasanya disertai kejang di bagian perut.
  • Kondisis badan lemah akibat dehidrasi.
  • Penderita selalu merasa haus.

Ada beberapa ramuan tradisional yang dikenal ampuh untuk mengatasi penyakit disentri ini. Berikut ini ulasannya :

1. Ramuan I
Sediakan 5 lembar daun pulai, 1 jari gambir murni sebesar biji melinjo, dan dua sendok makan madu. Setelah dicuci bersih, tumbuk daun pulai dan gambir hingga halus. Campurkan hasil tumpukan ke dalam satu gelas air matang dan madu. Campuran itu diperas dan disaring. Minum 2x sehari dengan dosis 3 sendok makan sekali minum.

2. Ramuan II
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; siapkan 3 jari kulit batang srikaya. Cuci bersih, lalu potong-potong dan rebus dalam 4 gelas air hingga tersisa dua gelas. Setelah dingin, saring ramuan dan tambahkan gula secukupnya. Minum ramuan ini 2x sehari dengan dosis ½ gelas setiap kali minum.

3. Ramuan III
Sediakan buah pare segar secukupnya atau tiga bubuk pare. Buatlah jus dari buah pare dengan menambahkan air panas, lalu diminumkan kepada penderita. Cara lainnya dengan menggunakan bubuk pare yang dibuat dengan cara menjemur daun pare hingga kering, lalu ditumbuk hingga menjadi bubuk. Bubuk pare tersebut diseduh dalam air panas. Larutan bubuk pare tersebut diberikan kepada penderita setiap 6 jam sekali.

4. Ramuan IV
Siapkan 25 gram jahe segar, 30 gram krokot, dan madu secukupnya. Rebus jahe segar dan krokot dengan 600 ml air hingga tersisa sekitar 300 ml. Setelah agak hangat, air rebusan disaring lalu tambahkan madu sesuai dengan selera. Minum ramuan ini dalam keadaan hangat sebanyak 2x sehari.

5. Ramuan V
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; siapkan 15 gram jahe, cuka beras putih secukupnya, dan 2 butir telur ayam. Kupas rimpang jahe dan cuci. Setelah itu jahe diris tipis-tipis dan dicampurkan dengan cuka beras putih dan telur ayam. Adonan tadi diaduk rata, lalu digoreng. Dimakan 2x sehari.

6. Ramuan VI
Rebus 2 gram akar pasak bumi dalam 110 ml air, hingga tersisa sekitar 100 ml. Minum ramuan ini selama 14 hari berturut-turut

Mengobati Gangguan Nafsu Makan
Kurang nafsu makan bukanlah suatu penyakit, melainkan efek yang ditimbulkan oleh suatu penyakit. Berkurangnya nafsu makan harus segera diatasi sehingga tidak terjadi kekurangan gizi. Ada delapan macam resep ramuan tradisional yang bisa digunakan untuk mengatasi gangguan nafsu makan.

1. Ramuan I
Bahan-bahan yang diperlukan ¼ genggam bunga pepaya gantung, ½ jari rimpang lempuyang gajah, 3 biji kapulaga, ½ jari rimpang jahe, 3 buah cabai jawa, 1 jari akar kelengkeng, dan 3 jari gula aren. Cuci semua bahan kecuali gula aren, kemudian rebus semua bahan dalam 4 gelas air sampai mendidih dan airnya tersisa 3 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan tersebut. Minum ramuan ini 3x sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.

2. Ramuan II
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; siapkan 1 genggam daun pepaya muda yang masih segar dan satu sendok makan madu. Cuci bersih daun pepaya muda lalu tumbuk halus. Masukkan hasil tumbukan tersebut ke dalam satu gelas air hangat lalu tambahkan madu. Kemudian peras dan saring. Minum ramuan tersebut 3x sehari dengan dosis ½ gelas sekali minum.

3. Ramuan III
Siapkan 1 batang brotowali dan setengah jari temu hitam. Cuci kedua bahan tersebut, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa satu setengah gelas. Minum ramuan ini dua kali sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.

4. Ramuan IV
Sediakan setengah jari rimpang jahe merah, ¾ genggam bunga pepaya, ¼ genggam daun samjikata, ¾ rimpang lempuyang, 3 buah kapulaga, 3 buah cabai jawa, satu jari akar kelengkeng, dan 3 jari gula aren. Cuci semua bahan kecuali gula aren, lalu tumbuk hingga halus. Rebus bahan yang telah ditumbuk bersama gula aren dan 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Dinginkan ramuan tersebut, saring. Minum hasil saringan tersebut sebanyak 3x sehari, sebanyak ¾ gelas setiap kali minum.

5. Ramuan V
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; sediakan satu jari rimpang temulawak, 10 gram asam jawa, dan satu setengah gelas air. Cuci bersih temulawak, lalu potong kecil-kecil. Campurkan potongan temulawak, asam jawa, dan air. Rebus hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Tambahkan gula, aduk hingga tercampur rata, lalu saring. Minum 3x sehari, masing-masing setengah gelas. Ramuan ini digunakan untuk mengurangi gangguan nafsu makan pada anak-anak.

6. Ramuan VI
Sediakan 10 lembar daun pegagan, 1 ½ gelas air, dan satu sendok makan madu. Cuci bersih daun pegagan, lalu masukkan ke dalam sebuah wadah dan didihkan hingga 15 menit dalam keadaan tertutup. Setelah dingin, saring. Tambahkan madu. Minum ramuan ini 3x sehari, masing-masing setengah gelas. Ramuan ini digunakan untuk anak-anak.

7. Ramuan VII
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; siapkan 2 jari rimpang temulawak, ¼ rimpang lengkuas, dan ½ genggam daun meniran. Rebus semua bahan dalam 3 gelas air hingga mendidih dan hanya tersisa 2 gelas, dinginkan, saring. Minum ramuan pada pagi dan sore hari masing-masing satu gelas.

8. Ramuan VIII
Sediakan 1 gram akar pasak pasak bumi dan 100 ml air. Cuci bersih pasak bumi, lalu rebus hingga air rebusan hanya tersisa 100 ml. Minum satu kali sehari. Lakukan selama 3 hari berturut-turut.

Itulah bagian pertama mengobati penyakit pencernaan dengan ramuan tradisional. Tetap baca dan ikuti artikel berikutnya. Semoga memberi manfaat dan tetap jaga kesehatan Anda.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 4 =