Mengobati Penyakit Pencernaan Dengan Ramuan Tradisional (2)

Ramuan tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya. Metode ini sangat erat kaitannya dengan tradisi nenek moyang manusia pada zaman dahulu, ketika proses pengobatan masih dilakukan secara primitif dengan menggunakan berbagai jenis tanaman yang diyakini mempunyai khasiat obat. Karena itulah, ramuan pengobatan ini disebut dengan ramuan tradisional atau obat tradisional. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat obat sebenarnya banyak yang dapat diperoleh di sekitar kita, seperti di halaman rumah, pinggir jalan atau di dapur sebagai bahan atau bumbu masakan.

Pengobatan dengan menggunakan ramuan tradisional hasilnya memang tidak secepat dengan menggunakan obat-obatan modern. Waktu penyembuhan dengan ramuan tradisional hasilnya akan lebih lama jika dibandingkan dengan pengobatan modern, hal ini karena sifat pengobatan tradisional adalah konstruktif. Artinya, pengobatan dilakukan untuk memperbaiki bagian yang terserang secara perlahan, namun menyeluruh.

Mengobati penyakit pencernaan gengan ramuan tradisional
Mengobati penyakit pencernaan gengan ramuan tradisional

Berbeda dengan pengobatan modern yang bersifat destruktif. Artinya, pengobatan dilakukan dengan cara cepat, karena menggunakan bahan kimiawi dengan dosis cukup tinggi, namun belum tentu cocok dan aman untuk bagian tubuh yang lain. Beberapa orang dokter masih tetap mempertahanan pengobatan dengan obat-obatan buatan pabrik dan mengkombinasikan dengan ramuan tradisional. Selanjutnya, penggunaan obat-obatan buatan pabrik dilepaskan secara perlahan, agar tubuh tidak bereaksi negatif. Namun beberapa bahan kimia yang belum ada substitusinya dengan obat tradisional tetap dipertahankan, contohnya nitroglycerin untuk penyakit jantung.

Apakah ramuan tradisional memiliki efek samping negatif?
Efek samping negatif dalam ramuan tradisional cenderung sangat kecil jika dibandingkan dengan obat-obatan modern. Alasannya karena bahan bakunya sangat alami atau tidak bersifat kimiawi. Selama mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis dan cara penyimpanannya baik, niscaya efek samping negatif obat tradisional tidak perlu dikhawatirkan.

Perlu diperhatikan, jangan meminum ramuan tradisional terlalu sering, jika tidak memerlukannya. Mengkonsumsi ramuan tradisional yang berlebihan hanya akan membuat lambung bekerja ekstra keras untuk mencerna bahan yang tidak diperlukan tubuh. Sementara itu, efek penyembuhan untuk suatu penyakit tidak ada, sehingga akan menimbulkan masalah kesehatan baru.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan ketika membuat ramuan tradisional adalah sebagai berikut:

A. Umur pemakai dan dosis
Obat tradisional sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Sayangnya, penggunaan obat tradisional yang berkembang dari mulut ke mulut biasanya tidak menggunakan ukuran yang tepat. Sering kita jumpai istilah “secukupnya”, ½ bagian rimpang atau segenggam. Namun, resep-resep yang banyak dipublikasikan saat ini sudah mulai mempunyai standardisasi dalam hal ukuran, sehingga dapat dimanfaatkan semua orang dengan tepat. Menentukan dosis obat yang akan dikonsumsi harus memperhatikan faktor usia, terutama pemakaian untuk anak-anak. Dosis yang dianjurkan untuk anak-anak sebagai berikut:

  • Usia 12 tahun sampai dewasa menggunakan satu dosis yang dianjurkan.
  • Usia 6-12 tahun menggunakan ¾ dosis yang dianjurkan.
  • Usia 1-6 tahun menggunakan ½ dosis yang dianjurkan.
  • Usia dibawah 1 tahun menggunakan ¼ dosis yang dianjurkan.
B. Berat badan penderita
Dalam praktiknya, kalangan medis dapat menentukan berapa dosis yang harus dikonsumsi. Sebagai pedoman, biasanya anak-anak diberi seperempat hingga setengah dosis untuk dewasa. Pemberian dosis seperti ini dilakukan dengan mempertimbangkan berat badan penderita. Umumnya, berat badan anak-anak lebih ringan daripada orang dewasa. Namun dalam kasus tertentu, anak yang berusia 10 tahun bisa memiliki berat badan lebih berat dari pada orang dewasa. Karena itu, dosis yang diberikan harus sama atau paling tidak sedikit dibawah dosis orang dewasa. Kondisi khusus seperti ini sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis, agar pengobatan dapat lebih efisien.Ini adalah artikel bagian ke 2 yang masih akan membahas cara mengobati penyakit pencernaan dengan ramuan tradisional.

Mengobati Diare
Diare paling sering menyerang anak-anak terutama balita, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini menyerang orang dewasa. Diare disebabkan oleh adanya pembusukan makanan yang tidak bisa dicerna oleh usus. Hal tersebut terjadi karena usus kekurangan bakteri baik yang membantu pencernaan, kesalahan mengkonsumsi obat, keracunan, dan mengkonsumsi makanan basi atau makanan yang tidak bersih. Pembusukan makanan ini mengakibatkan sakit perut. Ada banyak ramuan tradisional yang bisa digunakan untuk mengobati diare. Berikut ini akan diuraikan beberapa resep tradisional tersebut.

1. Ramuan I
Ramuan tradisional yang pertama yaitu; Cuci dan parut satu rimpang kunyit, kemudian peras dan disaring. Campurkan kedalam air saringan tersebut sedikit kapur sirih. Ramuan ini diminum sebanyak 1 sendok makan setiap hari.2. Ramuan II
Parut 1 jari rimpang kunyit, remas-remas 5 lembar daun jambu biji yang masih muda untuk diambil airnya. Campur kedua bahan tersebut, kemudian saring. Ramuan ini untuk satu kali minum 3x sehari.

3. Ramuan III
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; sediakan ½ genggam daun kesumba keling. Cuci bersih kemusian rebus dalam 2 gelas air sampai airnya tersisa satu setengah gelas. Setelah dingin, air rebusannya disaring.minum ramuan ini sebanyak 2x sehari dengan dosis setengah gelas sekali minum.

4. Ramuan IV
Sediakan 10 gram jahe, cuci bersih, kemudian panggang dengan api kecil. Selanjutnya dihaluskan dan diseduh dengan air panas secukupnya. Setelah agak hangat, minum segera. Ramuan ini diminum 2x sehari secara teratur.

5. Ramuan V
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; siapkan 15 gram jahe, 5 butir bawang merah, 3 butir telur ayam kampung, cuka beras putih secukupnya, dan garam secukupnya. Semua bahan dapat dimasak sesuai selera kemudian dimakan seluruhnya, tidak hanya air rebusannya. Ramuan ini bisa dimakan 2x sehari.

6. Ramuan VI
Cuci bersih daun mentimun secukupnya, kemudian dibuat jus. Tambahkan air panas dan gula sedikit. Ramuan ini untuk mengobati diare pada anak-anak.

7. Ramuan VII
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; siapkan rimpang kunyit sebanyak 2 jari telunjuk orang dewasa, 1 jari kelingking asam jawa, 1 sendok makan madu atau gula merah sepotong kecil, dan sedikit garam. Parut rimpang kunyit, lalu campur bahan-bahan dengan segelas air matang, kemudian rebus sampai menjadi setengah gelas. Tunggu hingga dingin, lalu saring. Minum air tersebut hingga diare sembuh. Untuk anak-anak, maksimal diberi ¼ gelas saja.

Baca juga:  Manfaat Aromaterapi untuk Pengobatan (2)

Mengobati Mulas
Mulas memiliki nama lain colic. Tanda serangan penyakit ini adalah munculnya rasa nyeri di bagian usus atau sekitarnya. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena batu empedu, radang selaput lambung, radang selaput perut, masuk angin, atau diare. Bagaimana cara mengobati mulas dengan ramuan tradisional? Berikut beberapa ramuan yang bisa dicoba.

1. Ramuan I
Ramuan tradisional yang pertama yaitu; cukup sediakan buah nanas yang sudah tua, kemudian parut dan peras. Minum airnya dua kali sehari.

2. Ramuan II
Ramuan kedua, sediakan satu sendok serbuk kopi murni. Seduh serbuk kopi dengan segelas air panas. Biarkan dingin. Minum 2x sehari dengan dosis dua gelas sekali minum.

3. Ramuan III
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; sediakan satu buah biji mangga. Buang kulit luar dan dagingnya, parut bijinya. Tambahkan air matang 2 sendok makan dan sedikit garam ke dalam parutan tadi, lalu peras dan saring ampasnya. Munim ramuan ini 2x sehari dengan dosis dua sendok makan sekali minum.

4. Ramuan IV
Sediakan 5 buah biji duku beserta kulitnya. Bahan-bahan tersebut disangrai sampai hitam, kemudian tumbuk hingga menjadi bubuk. Bubuk biji duku tersebut diseduh dengan setengah gelas air panas. Diminum 2x sehari dalam keadaan hangat hingga rasa mulasnya hilang.

5. Ramuan V
Siapkan 15 gram jahe, 5 butir cengkih, 10 gram temu hitam, dan 10 gram kulit jeruk mandarin. Cuci semua bahan hingga bersih, lalu rebus dengan 500 ml air hingga airnya tersisa 200 ml. Setelah dingin, air rebusannya disaring dan larutan hasil saringan diminum 2x sehari.

Mengobati Muntah
Muntah merupakan gejala tubuh untuk menangkal benda asing atau penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Muntah yang terus-menerus akan mengganggu kesehatan terutama pada bayi dan balita. Selain dehidrasi, muntah juga menyebabkan gangguan otak dan fisik. Muntah dapat diatasi dengan beberapa ramuan tradisional sebagai berikut.

1. Ramuan I
Ramuan tradisional yang pertama yaitu; sediakan 4 potong daging kelapa tua seukuran jempol, 2 siung bawang putih, ¾ jari rimpang lengkuas, 3 buah cabe jawa, ¼ genggam daun turi merah, 3 jari gula aren. Potong-potong semua bahan, kemudian direbus dengan 2 gelas air bersih. Biarkan sampai airnya tersisa ¾ nya. Diamkan sampai dingin, lalu saring. Diminum dua kali sehari dengan dosis satu gelas sekali minum.

2. Ramuan II
Sediakan 1 buah pala dan 2 sendok teh madu. Kupas buah pala, diambil isisnya dan di giling sampai halus. Hasil gilingan diseduh dengan air panas. Campurkan ke dalamnya dua sendok teh madu. Ramuan ini diminum satu atau dua kali sehari dengan dosis satu gelas setiap kali minum.

3. Ramuan III
Ramuan tradisional terakhir hanya membutuhkan satu setengah jari kencur. Kupas dan cuci hingga bersih dengan air masak. Berikan kepada penderita untuk dikunyah bersama sedikit garam. Setelah halus, kencur ditelan dan minum air hangat. Dapat dilakukan dua kali sehari.

Mengobati Sembelit
Sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang biasanya menyertai adanya suatu masalah kesehatan. Arti sembelit sendiri adalah kesulitan dalam buang air besar. Penyebabnya beragam, bisa karena kekurangan makanan berserat (buah dan sayur), terlalu banyak duduk, terlalu banyak minum kopi, atau kurang minum. Penderita sembelit dapat disembuhkan dengan ramuan tradisional berikut ini.

1. Ramuan I
Cuci hingga bersih dua batang wortel, kemudian parut. Tambahkan 2 sendok makan air matang dan sedikit garam. Setelah itu, peras dan tamping airnya ke dalam gelas. Minum air perasan tersebut dua kali sehari.

2. Ramuan II
Ramuan tradisional berikutnya yaitu; sediakan 3 buah nanas yang cukup besar dan matang. Kupas dan cuci bersih buah tersebut, kemudian diparut dan diperas, dan disaring airnya. Agar lebih mudah, gunakan blender atau juicer untuk menghaluskan nanas. Minum jus tersebut dua kali sehari dengan dosis sekali minum setengah gelas.

3. Ramuan III
Sediakan 15 gram jahe, 10 gram bangle, 10 gram kencur, dan 10 gram lempuyang wangi. Cuci bersih semua bahan, kemudian dihaluskan menggunakan blender. Selanjutnya diseduh dengan 200 ml air panas, dan disaring. Diminum sebelum tidur dua kali sehari.

4. Ramuan IV
Sediakan 20 gram daun lidah buaya dan 2 sendok makan madu. Kupas daun lidah buaya. Masukkan daging lidah buaya dalam sebuah wadah, tambahkan madu. Aduk hingga rata. Minum tiap pagi pagi dan sore hingga sembelit hilang.

5. Ramuan V
Siapkan satu rimpang temulawak dan setengah gelas air. Cuci rimpang temulawak, potong tipis-tipis. Rebus hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Minum air temulawak sekaligus secara teratur. Lakukan setiap pagi hingga sembuh.

6. Ramuan VI
Sediakan 20 grma bubuk temulawak dan 10gram bubuk biji sawi. Campur kedua bahan, lalu seduh dengan air panas secukupnya. Setelah itu, diamkan hingga suam-suam kuku. Minum ramuan tersebut tiga kali sehari sampai sembelit sembuh.

7. Ramuan VII
Sediakan satu genggam daun saga, 1 jari temulawak, 3 biji asam kawak, dan 2 gelas air. Campur seluruh bahan dan direbus hingga tersisa satu gelas. Minum seluruh ramuan pada pagi hari sebelum makan.

8. Ramuan VIII
Siapkan setengah batang daun lidah buaya, setengah gelas air, dan satu sendok makan madu. Lidah buaya dicuci dan dikupas, lalu dipotong kecil-kecil. Setelah itu, seduh dengan air dan dicampurkan dengan madu. Makan hangat-hangat dua kali sehari.

Itulah berbagai macam ramuan tradisional untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan pencernaan. Cukup banyak pilihan yang bisa Anda pilih dan gunakan untuk mengobati penyakit yang mungkin Anda derita. Semoga bermanfaat.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − nine =