Mengenal Berbagai Jenis Hepatitis

Jenis Hepatitis – Hepatitis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada hati yang bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Adapun penyebab non virus biasanya disebabkan oleh alkohol dan obat-obatan tertentu. Penyakit hepatitis ini tergolong ke dalam salah satu infeksi yang paling serius yang bisa terjadi selama kehamilan. Berdasarkan lama serangan, maka hepatitis bisa dibagi menjadi 2 golongan. Untuk hepatitis yang menyerang kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut. Sedangkan hepatitis yang menyerang selama lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis.

Sejauh ini ada 7 jenis hepatitis yang banyak menyerang manusia, yaitu hepatitis A, B, C, D E, F dan G. dari ketujuh jenis diatas, yang paling banyak menyerang manusia adalah hepatitis A, B dan C. Sedangkan untuk hepatitis F, masih menjadi perdebatan apakah jenis ini termasuk hepatitis atau jenis penyakit lainnya. Karena itulah, hepatitis F ini tidak akan kita bahas disini. Mari kita kupas satu persatu berbagai jenis hepatitis ini :

Jenis hepatitis
Jenis hepatitis
1. Hepatitis A
Jenis hepatitis jenis ini merupakan jenis yang paling ringan dari hepatitis jenis lainnya. Hal ini karena infeksi virus hepatitis A pada umumnya tidak menyebabkan kerusakan jaringan hati. Bahkan 99% penderitanya bisa pulih sepenuhnya. Virus ini biasanya menyebar melalui oral, seperti pada makanan dan minuman yang terkontaminasi virus ini, akibat buruknya tingkat kebersihan.2. Hepatitis B
Hepatitis B ini merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya dan ganas. Bahkan keganasannya 100 kali dari virus HIV dan sepuluh kali lebih menular. Penularannya dapat melalui kontak darah atau cairan tubuh yang mengandung virus ini. Yang berarti bahwa virus ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual, darah (transfuse, injeksi intravena), peralatan medis yang tidak steril, ataupun dari ibu ke anak pada saat melahirkan. Pada sebagian kecil kasus, hepatitis ini dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati.

3. Hepatitis C
Jenis Hepatitis ini termasuk dalam golongan jenis hepatitis yang cukup berat, diperkitakan 80% hepatitis ini menjadi hepatitis kronis yang dapat berkembang menjadi kanker hati. Penyebarannya sama dengan hepatitis B.

4. Hepatitis D
Hepatitis D biasanya sering dijumpai pada penderita hepatitis B. Hal ini dikarenakan virus hepatitis ini berukuran sangat kecil dan sangat tergantung pada virus hepatitis B. Virus hepatitis D ini membutuhkan selubung VHB untuk dapat menginfeksi sel-sel hati. Virus hepatitis D ini merupakan yang paling jarang, namun yang paling berbahaya dari semua virus hepatitis. Penularannya juga sama seperti hepatitis B, yakni melalui kontak darah atau cairan tubuh lainnya, penggunaan alat-alat medis yang tidak steril dan lain-lain.

5. Hepatitis E
Hepatitis E ini memiliki kemiripan dengan hepatitis A, baik sifat maupun model penyebarannya. Namun hepatitis E ini mempunyai tingkat keparahan yang lebih ringan. Tingkat tertinggi infeksi hepatitis E ini biasanya terjadi dia daerah bersanitasi buruk. Seperti halnya hepatitis A, hepatitis E ini sering bersifat akut dengan masa sakit yang singkat, namun terkadang dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati.

6. Hepatitis G
Hepatitis G ini merupakan jenis hepatitis yang baru ditemukan. Penyakit ini menyerupai hepatitis C dalam hal penyebarannya, yaitu melalui kontak darah. Hepatitis G ini biasanya berlangsung kronis, namun tidak menyebabkan efek yang serius.

Selain disebabkan oleh virus, penyebab hepatitis juga bisa terjadi karena dua hal berikut ini :

1. Alkohol
Alkohol yang diminum terbukti dapat merusak fungsi hati, karena banyaknya kandungan zat kimia yang terkandung didalamnya. Zat kimia tersebut bisa mengendap dalam tubuh dan terurai yang kemudian menyebar masuk ke seluruh jaringan tubuh. Beberapa zat kimia itu bersifat racun yang dapat merusak sel-sel hati.

2. Obat-obatan
Banyak obat-obatan yang tidak aman bagi kesehatan jika terlalu sering dikonsumsi karena kandungan kimianya. Mungkin efek dari zat kimia tersebut tidak akan langsung terasa, namun dalam jangka panjang akan merugikan tubuh. Pada beberapa kasus, gejala hepatitis dapat sembuh atau menghilang setelah pemberian obat-obatan dihentikan. Namun, ada juga yang dapat berkembang menjadi penyakit hati serius, yang mungkin disebabkan oleh terjadinya kerusakan hati yang telah terjadi cukup parah.

Gejala pada setiap jenis hepatits berbeda-beda, karena sifat dan penyebab yang berbeda pula. Namun perbedaannya sangat tipis. Berikut ini adalah uraian gejala dari masing masing jenis hepatitis tersebut

Baca juga:  Serangan Jantung: Waspada dengan Mengenali Gejalanya

Hepatitis A
Hepatitis A biasanya menyebabkan munculnya berbagai gejala ringan, dan biasanya gejala baru muncul 2-6 minggu setelah paparan virus terjadi. Gejala-gejala tersebut antara lain gatal-gatal yang dapat bertahan sampai beberapa bulan, mata dan kulit yang menguning, mual dan muntah terus menerus sehingga tubuh penderita menjadi lemas, kotoran penderita mungkin mengalami perubahan warna menjadi abu-abu gelap, yang diikuti dengan warna urin yang menggelap. Selain itu penderita juga mungkin mengalami nyeri otot, nyeri perut terutama di daerah hati, meskipun hepatitis A ini tidak pernah menyebabkan kanker, namun tetap harus diobati dan diwaspadai.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari hepatitis A ini antara lain :
a. Menjaga kebersihan.
b. Jaga kebersihan, terutama tangan, dengan mencuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan atau setelah dari toilet.
c. Cucilah semua peralatan makan anda sebelum digunakan.
d. Cucilah sayuran sebelum dimasak dan masaklah sampai sayuran benar-benar matang.
e. Imunisasi hepatitis.
f. Vaksinasi.

Hepatitis B
Hepatitis B ini biasanya muncul tanpa gejala jelas dan hanya 30-50% orang dewasa yang mengalami gejala signifikan selama infeksi akut. Beberapa penderita mungkin saja mengalami keluhan nyeri dan gatal di persendian, mual, kehilangan nafsu makan dan nyeri perut kanan atas yang disebabkan karena hati yang meradang. Setelah satu minggu, gejala akan berubah menjadi gejala utama. Antara lain mata dan kulit tubuh tampak menguning dan air seni berwarna merah pekat seperti air teh.

Untuk mencegah penyakit ini, kita bisa melakukan beberapa hal seperti dibawah ini :
a. Lakukan imunisasi hepatitis.
b. Lakukan hubungan seksual secara sehat.
c. Jangan bergantian ketika menggunakan jarum suntik, gunting, dan pisau cukur.
d. Hindari kontak darah atau cairan tubuh pasien yang terkena hepatitis B.

Hepatitis C
Gejala hepatitis C ini jarang dirasakan oleh penderita meskipun penyakit ini telah terjadi selama bertahun-tahun. Hal ini dikarenakan gejala penyakit ini tidak terlihat jelas, seperti letih , hilangnya nafsu makan, dan nyeri pada otot atau sendi. Pada hepatitis C yang terjadi menahun dapat menyebabkan sirosis hati atau kanker hati. Secara garis besar gejala akan sama seperti pada hepatitis B, namun hepatitis C ini lebih berbahaya. Karena, 70% penderita virus hepatitis ini tidak bisa sembuh total sebab virus ini tetap bertahan dalam tubuh dan dapat mengganggu fungsi liver.

Untuk pencegahannya, sejauh ini belum ada vaksin yang ditemukan untuk jenis hepatitis ini. Namun anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan hal hal berikut ini :
a. Lakukan hubungan seksual secara sehat.
b. Gunakan alat pelindung, seperti masker atau sarung tangan jika bersinggungan langsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya.
c. Tidak menggunakan jarum suntik, gunting, dan pisau cukur secara bergantian.

Hepatitis D
Gejala hepatitis D ini sama dengan gejala pada hepatitis B, sehingga pencegahannya pun sama.

Hepatitis E
Hepatitis E ini lebih cenderung terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak. Gejala yang timbul biasanya terjadi secara tiba-tiba, seperti demam, letih, timbulnya flu yang disertai dengan sakit perut, dan penyakit kuning. Gejala lain yang mungkin timbul adalah mual dan sakit perut, urin berubah warna menjadi gelap atau hitam, dan hilangnya nafsu makan.

Hepatitis ini akan lebih parah jika terjadi pada wanita hamil, karena dapat menyebabkan gagal hati akut yang berbahaya. Serangan ini biasanya terjadi pada trimester terakhir kehamilan.

Bagaimana mencegah hepatitis E ini? Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan :
a. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air.
b. Cuci sayuran dan buah sebelum dimakan mentah.
c. Selalu gunakan air bersih.

Hepatitis G
Hepatitis G ini seringkali disertai dengan hepatitis C dan B. Oleh karena itu gejala yang terjadi pun hampir sama. Begitupula dengan tindakan pencegahannya.

Bagaimana cukup berbahaya sekali bukan penyakit hepatitis ini? Kunci utama untuk mencegah terkena hepatitis adalah selalu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar kita. Dan tentu saja menerapkan pola hidup yang sehat. Demikianlah ulasan tentang berbagai macam jenis hepatitis, disertai gejala dan tindakan pencegahannya. Semoga dengan bertambahnya pengetahuan kita tentang penyakit ini, membuat kita mawas diri terhadap kesehatan kita.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =