Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Manfaat tempe untuk kesehatan – Tempe merupakan bahan pangan dari kedelai yang berasal dari Indonesia. Diperkirakan telah populer sejak perkembangan kerajaan Hindu dan Buddha. Makanan rakyat ini merupakan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus. Mudah didapat, rasanya lezat dan harganya murah. Sepotong tempe mengandung bermacam nutrisi yang bermanfaat seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim serta komponen-komponen antibakteri yang bermanfaat untuk kesehatan. Tempe lebih sering digoreng dengan atau tanpa tepung atau dimasak bumbu bacem. Namun tempe juga bisa hadir di meja makan dalam bentuk skotel tempe atau burger tempe. Rasanya gurih dan lezat!

Tempe ternyata memiliki kandungan dan nilai cerna yang lebih baik ketimbang kedelai, serta merupakan sumber protein yang mudah dicerna oleh tubuh. Karena protein di dalam tempe sudah dipecah-pecah oleh kapang tempe sehingga protein, lemak serta karbohidratnya mudah dicerna. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk dikonsumsi oleh semua kelompok umur dari bayi hingga manula.

Manfaat tempe untuk kesehatan
Manfaat tempe untuk kesehatan
Karena manfaat tempe untuk kesehatan sangat banyak menjadikan tempe merupakan sumber makanan bergizi yang amat baik. Seratus tiga belas gram tempe memberikan 41,3% dari kebutuhan protein harian, dengan kandungan kalori kurang dari 225 dan hanya 3,7 gram lemak jenuh. Terlebih protein kedelai dalam tempe cenderung mengurangi kadar kolesterol, sedangkan protein dari sumber hewani cenderung meningkatkan  kadar kolesterol. Selain itu, dalam 113 gram tempe terdapat pula nutrisi lain yang amat berguna bagi tubuh.Kandungan nutrisi dalam tempe:

1. Riboflavin
Dari 113 gr tempe terdapat 23,5% kebutuhan harian untuk vitamin B. Riboflavin dibutuhkan untuk menghasilkan energi pada mitokondria, juga merupakan kofaktor dalam regenerasi enzim detoksifikasi paling penting dari hati yakni glutation.

2. Magensium
Tempe juga memberikan 21,9% kebutuhan harian untuk magnesium. Magnesium berperan penting dalam sistem kardiovaskular, juga dalam lebih dari 300 reaksi enzim, termasuk enzim yang mengendalikan sintesis protein dan produksi energi.

3. Mangan dan copper
Dari 113 gr tempe, kebutuhan harian anda untuk mangan terpenuhi sebesar 72,5% dan 30,5% untuk cooper. Kedua mineral ini berperan penting dalam berbagai fungsi psikologis termasuk menjadi kofaktor untuk enzim SOD (Super oxide dismutase) yang bertindak sebagai antioksidan dan anti inflamasi di dalam tubuh. Enzim ini memperbaiki sel-sel dan menanggulangi kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Tempe, Isovlafon dan Kanker
Senyawa isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang banyak disintesis oleh tanaman. Namun senyawa ini tidak disintesis oleh mikroorganisme. Tanaman merupakan sumber utama isoflavon di alam. Dari sekian banyak tanaman, kandungan isoflavon tertinggi terdapat pada tanaman Leguminoceae, khususnya pada tanaman kedelai, yakni pada biji kedelai di bagian hipokotil yang akan tumbuh menjadi tanaman (kecambah). Sebagian lagi terdapat pada kotiledon yang akan menjadi daun pertama dari tanaman.

Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar 2-4 mg/g kedelai. Senyawa isoflavon ini pada umumnya berupa senyawa kompleks. Selama proses pengolahan, baik melalui proses fermentasi maupun proses  non-fermentasi, senyawa isoflavon dapat mengalami  perubahan, terutama melalui proses hidrolisis sehingga diperoleh senyawa isoflavon bebas yang disebut aglikon yang lebih tinggi lagi aktivitasnya. Mengkonsumsi kedelai dalam bentuk produk olahan  terfermentasi lebih dianjurkan. Karena berbagai potensi kedelai sebagai sumber gizi, tak heran jika kedelai disebut sebagai the golden bean.

Senyawa flavonoida dan isoflavonoida banyak dinilai berpotensi sebagai antikanker/antitumor. Proses pembentukan penyakit kanker dapat dibagi dalam dua fase, yaitu fase inisiasi dan fase promosi. Senyawa flavonoida seperti kaemferol dan quercetin terbukti sebagai senyawa mutagenik pada sel-sel eukariotik dan prokariotik. Karena sifat inilah maka senyawa-senyawa falvonoid tersebut pada awalnya diduga sebagai inisiator terbentuknya tumor. Hal ini berkenaan dengan realitas bahwa semua inisiator bersifat mutagenik. Namun, dugaan tersebut ternyata salah. Bahkan, senyawa flavonoida tersebut terbukti menghambat aktivitas senyawa promoter terbentuknya tumor, sehingga senyawa-senyawa di atas  disebut sebagai antitumor.

Isoflavon berfungsi sebagai antikanker ditunjukkan dengan adanya realitas bahwa di negara-negara ASEAN dan Jepang dimana konsumsi kedelai relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain, penyakit kanker payudara, kanker prostat dan kanker uterus adalah lebih rendah. Jenis senyawa isoflavon di alam sangat bervariasi. Beberapa di antaranya struktur kimianya telah berhasil di identifikasi. Bahkan fungsi fisiologisnya telah diketahui dan telah dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan.

Baca juga:  Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

Manfaat tempe untuk kesehatan:
1. Anti inflamasi
Manfaat tempe untuk kesehatan yang pertama yaitu sebagai anti inflamasi. Berbagai senyawa flavonoid telah banyak diteliti, bahkan beberapa senyawa sudah diproduksi sebagai obat anti-inflamasi. Mekanisme anti-inflamasi menurut Loggia dkk terjadi melalui efek penghambatan pada jalur metabolisme asam arakhidonat, pembentukan prostaglandin, pelepasan histamin atau aktifitas radical scavenging suatu molekul. Melalui mekanisme tersebut sel menjadi lebih terlindung dari pengaruh negatif sehingga dapat meningkatkan viabilitas sel.

2. Anti infeksi
Manfaat tempe untuk kesehatan yang berikutnya yaitu untuk anti infeksi. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa antibakteri yang diproduksi oleh karang tempe yang merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan terjadinya infeksi.

3. Anemia dan osteoporosis
Manfaat tempe untuk kesehatan berikutnya yang luar biasa yaitu untuk mencegah anemia dan osteoporosis, dua penyakit yang banyak diderita oleh wanita. Penyakit anemia dapat menyerang wanita yang malas makan karena takut gemuk, sehingga persediaan dan produksi sel-sel darah merah dalam tubuh menurun. Tempe dapat berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B12 dan zat besi yang sangat dibutuhkan untuk membentuk sel-sel darah merah. Tempe dapat pula menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Senyawa protein, asam lemak PUFA, serat, niasin dan kalsium di dalam tempe dapat mengurangi jumlah kolesterol jahat dan resiko osteoporosis.

4. Anti kolesterol
Manfaat tempe untuk kesehatan berikutnya adalah anti kolesterol. Orang-orang yang menderita kolesterol tinggi dianjurkan untuk banyak makan tempe. Selain rendah koleterol dan tinggi protein, tempe ternyata mengandung zat yang dapat menurunkan kolesterol, yaitu niasin dan sitosterol. Tentu saja cara mengolah tempe perlu diperhatikan. Salah satu penelitian membuktikan bahwa mengkonsumsi tempe sebanyak 150 gram setiap hari selama dua minggu dapat menurunkan kolesterol total.

5. Mencegah penuaan dan kanker payudara
Manfaat tempe untuk kesehatan yang berikutnya adalah untuk mencegah penuaan dan kanker payudara. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Ada tiga jenis isoflavon pada kedelai yaitu daidzein, glisitein, dan genestein. Disamping  ketiga jenis isoflavon tersebut, tempe juga mengandung antioksidan faktor II yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.

Antioksidan ini disintesis pada saat terjadi proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyna bacterium. Penelitian yang dilakukan  di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, kanker payudara dan penuaan dini.

6. Meningkatkan kesehatan tulang
Manfaat tempe untuk kesehatan berikutnya adalah meningkatkan kesehatan tulang. Konsumsi isoflavon terbukti mengurangi kehilangan massa tulang dan memperlambat kehilangan kalsium dalam studi osteoporosis pada hewan. Selain itu kedelai banyak mengandung kalsium yang dibutuhkan tulang untuk tetap kuat.

7. Meringankan gejala menopause
Manfaat tempe untuk kesehatan wanita yaitu untuk membantu meringankan gejala menopause. Pada wanita yang mengalami menopause di mana produksi estrogen menurun drastis, fitoestrogen mampu menghasilkan aktivitas estrogenik untuk meringankan gejala-gejala seperti kegerahan (hot flushes). Di Jepang di mana konsumsi kedelai sangat tinggi, gejala menopause sangat jarang dilaporkan.

Sungguh luar biasa sekali manfaat tempe untuk kesehatan hidup manusia. Nilai plus tempe adalah harganya yang murah serta mudah pengolahannya menjadikan tempe favorit sebagian besar orang di Indonesia. Namun Anda juga harus tetap memperhatikan cara mengolah tempe seperti campuran bumbu untuk memasak tempe ini. Masih banyak orang terutama warung-warung yang mengolah tempe dengan bumbu seperti vetsin atau micin yang sangat berbahaya untuk tubuh jika kita konsumsi berlebihan. Yuk mari kita selingi hidup sehat kita dengan mengkonsumsi tempe secara rutin.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =