Manfaat Aromaterapi untuk Pengobatan (1)

Manfaat aromaterapi – Manfaat dari minyak esensial untuk keperluan aromaterapi sebenarnya telah berlangsung selama berabad-abad dan telah memperoleh kedudukan yang sejajar dengan cara pengobatan lainnya. Oleh karena itu, memasuki abad ke-18 aromaterapi mulai dianjurkan oleh para dokter  untuk mengobati penyakit. Hal ini sejalan dengan berkembangnya produk aromaterapi  yang telah menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Penggunaan aromaterapi untuk keperluan pengobatan tidak lepas dari peran para peneliti biomedis yang melakukan  uji coba kandungan zat aktif minyak esensial. Juga peran para dokter tradisional yang turut mempopulerkannya.

Manfaat Aromaterapi
Adapun beberapa gangguan kesehatan yang bisa diatasi dengan aromaterapi adalah sebagai berikut:

1. Gangguan rongga mulut
Manfaat aromaterapi untuk mengatasi gangguan mulut; gunakan satu tetes minyak sirih atau minyak pala pada daerah sekitar bibit atau rongga mulut yang mengalami sariawan. Oleskan tanpa menggunakan minyak basal. Untuk obat luarnya seperti bibir, bisa mencampurnya dengan minyak alpukat, karena dapat berfungsi sebagai pelembab dan penyembuh luka. Sariawan juga bisa diobati dengan minyak tengkawang dengan cara menggosokkan pada tempat yang sakit. Sebagai obat kumur, gunakan minyak sirih, cengkeh atau pala dengan cara mengencerkannya bersama air hangat. Cara seperti ini bisa dilakukan setelah makan atau menjelang tidur dimalam hari.
Manfaat aromaterapi untuk pengobatan
Manfaat aromaterapi untuk pengobatan

Oleskan atau teteskan minyak sirih pada bagian gigi yang sakit. Biasakan berkumur setelah makan dan sebelum tidur dengan larutan antiseptik yang mengandung minyak kapulaga, pala, sirih, cengkeh dan selasih. Kebiasaan mengunyah sirih juga membantu mengatasi sakit gigi, mengingat di dalam daun tersebut terkandung zat-zat yang berfungsi sebagai antiseptik. Cara ini dapat dilakukan untuk mengatasi bengkak-bengkak pada gusi, menguatkan gusi dan dapat mencegah bau mulut yang tidak sedap serta membunuh bakteri rongga mulut.

2. Gangguan pencernaan
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk mengatasi gangguan pencernaan. Bahan-bahan aromatis yang bisanya digunakan untuk mengobati ganguan pencernaan, antara lain; minyak rosemary, bergamot, pennyroyal, marjoram, basil, selasih, peppermin, dan sebagainya. Minyak esensial tersebut dapat digunakan dengan cara dihirup maupun digosokkan. Sedangkan yang bisa dikonsumsi adalah minyak selasih dan peppermint, yaitu dalam bentuk tablet hisap  ataupun campuran obat dalam bentuk larutan. Khasiat lain minyak-minyak diatas adalah membantu memperbaiki fungsi saluran cerna dan menambah nafsu makan.

3. Ambeien
Manfaat aromaterapi untuk mengobati ambeien yaotu caranya; oleskan pada bagian yang sakit  dengan campuran minyak wijen dengan salah satu dari minyak esensial seperti minyak garlic, rosemary, thyme, lavender atau cendana. Beberapa minyak ini setidaknya bisa mengurangi ketegangan otot atau mengendurkannya pada bagian anal sehingga membantu  pengeluaran feses. Sementara itu manfaat minyak garlic, lavender dan rosemary antara lain dapat dipakai sebagai antinyeri (analgesic), mengurangi pendarahan pada daerah anal dan rectal bagi penderita ambeien.

4. Perut kembung
Minyak lavender, marjoram, rosemary dan bergamot adalah minyak esensial yang memiliki khasiat cukup baik dalam mengatasi penyakit semacam ini. Minyak esensial ini dapat dioleskan secara topical untuk obat gosok pada bagian perut. Sementara itu minyak cengkeh, menthol, peppermint, selasih dan kapulaga yang dapat digunakan sebagai aroma terapi internal, sedangkan khasiatnya yaitu membantu mengeluarkan gas dari perut. Selain itu minyak esensialnya juga berguna untuk menjaga ketahanan tubuh dan mencegah timbulnya masuk angin.

5. Anti muntah
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk anti muntah. Hirupan aroma jeruk, minyak selasih dan minyak kapulaga dapat membantu mengatasi mual-mual dan muntah. Cara yang praktis ialah dengan menuangkan 2-3 tetes minyak tersebut pada kertas tisu atau saputangan. Selanjutnya tempelkan pada hidung dan hirup aromanya perlahan-lahan. Untuk mengatasi masalah mual dan muntah secara oral, ada baiknya jika mengkonsumsi daun kemangi sewaktu kita makan. Dari aroma minyak esensialnya dapat memperbaiki lambung, melegakan pencernaan dan mencegah muntah.

6. Sembelit
Manfaat aromaterapi untuk mengobati sembelit yaitu; minyak esensial yang dihasilkan bunga dandelion, mawar dan buah lada hitam bisa dimanfaatkan sebagai laksatif (obat urus-urus) dan untuk mengatasi konstipasi (susah BAB). Minyak esensial ini bisa digosokkan atau dihirup melaluin aroma terapi eksternal. Urus-urus juga dapat dilakukan dengan terapi internal dengan cara mengencerkan 2-3 tetes minyak lada hitam dalam 100 ml air hangat, untuk kemudian diminum sekaligus.

7. Gangguan pernapasan
A. Sakit tenggorokan
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk mengobati masalah sakit tenggorokan. Untuk mengatasi penyakit ini, gunakan minyak basil, yarrow, lavender, ekaliptus dan rosemary melalui terapi inhalasi / hirup. Selain bisa dihirup, beberapa jenis minyak esensial lain seperti minyak cengkeh, sirih, peppermint dan selasih dapat digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan secara oral. Biasanya dari minyak esensial ini dapat dibuat tablet hisap atau dalam bentuk pastiles.

B. Asma
Manfaat aromaterapi untuk mengatasi asma, dapat menggunakan aroma kecubung yang dihirup perlahan-lahan setiap kali gangguan asma menyerang. Aroma yang dihirup ini bisa berupa uap dan asap aromatik, juga dalam bentuk hisapan langsung dari minyak esensial yang telah diencerkan. Minyak aromatik kecubung ini memiliki efek penenang yang kuat, sehingga hanya diberikan untuk kepentingan terapi aromatis, antara lain dalam bentuk obat gosok atau untuk obat luar.

Baca juga:  Ramuan Tradisional untuk Mengobati Bronkhitis

Jenis minyak esensial lain yang bisa digunakan untuk aroma terapi asma antara lain; minyak verbena, bergamot, valerian, nilam dan hop. Selain dapat dihirup, campuran dari minyak esensial tersebut dapat dioleskan di sekitar dada atau leher sebagai obat luar atau obat gosok.

C. Batuk-batuk
Minyak mentol, peppermint dan kapulaga bisa dipakai sebagai campuran untuk tablet hisap dan larutan ekspetoran (pengencer dahak) untuk mengobati batuk sebagai aroma terapi internal dapat dicoba dengan minum 2 tetes minyak jahe atau minyak sirih yang telah diencerkan dengan segelas air. Rajin mengunyah 1-2 lembar daun sirih atau bunga cengkeh setiap hari bisa membantu mengatasi batuk.

Selain itu, bisa dengan memakai minyak bergamot, lavender, agrimony, champor, basil, cendana dan yarrow yang dihirup perlahan-lahan setiap kali tenggorokan terasa gatal. Untuk pemakaian  obat luarnya, dapat mencoba minyak gandapura, jahe, cengkeh, sereh, kayuputih, amigdalarum dan sedar merah sebagai minyak gosok pada sekitar dada dan leher.

D. Bronkhitis
Manfaat aromaterapi berikutnya adalah untuk membantu mengobati bronkhitis. Gunakan minyak kecubung, myroxylon balsanum dan ferula untuk bahan aroma terapinya. Minyak esensial tersebut dapat berfungsi sebagai ekspektoran pada bronkhitis. Bisa juga dari jenis minyak basil, cendana, bergamot, ekaliptus, agrimory, dan rosemary dengan cara terapi inhalasi. Terapi ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu aroma terapi seperti anglo dan lilin aromaterapi.

Untuk aroma terapi secara internal, gunakan minyak peppermint. Minyak esensial ini bermanfaat untuk mengatasi bronkhitis maupun gangguan pernapasan lainnya. Adapun untuk membasmi bakteri patologis, diperlukan  terapi medis dan perawatan intensif di rumah sakit.

8. Gangguan sirkulasi darah
A. Hipertensi
Gangguan pada aliran darah yang sering terjadi pada orang lanjut usia dapat diatasi dengan memakai minyak bawang putih sebagai aroma terapi hirup. Di samping itu juga bisa menggunakan minyak esensial yang bersifat menurunkan tekanan darah, antara lain, seperti minyak lavender, dandelion, reseolla, marigold, fennel-sweet dan kenanga. Sebaliknya, jangan menggunakan minyak rosemari, hyssop, champor, clary dan thyme karena bisa menaikkan tekanan darah.

B. Lemah jantung
Manfaat aromaterapi untuk mengatasi lemah jantung, gunakan aroma champor sebagai eksitan melalui aroma terapi inhalasi. Bahan aromatis ini dapat menjadi obat penyegar dan pemacu aktivitas bagi kerja jantung. Minyak esensial bawang putih juga bisa digunakan untuk membantu pijat jantung terbuka pada kasus lemah jantung akibat syok dan asistole.

Adapun untuk mengatasi gangguan peredaran darah, gunakan minyak lada hitam, peppermint, rosemary dan champor. Terapi dapat dilakukan dalam bentuk aroma terapi hirup, sedangkan untuk terapi pemijatan, bisa memakai minyak sereh atau minyak gandapura yang dioleskan dan digosokkan pada daerah sekitar pembuluh darah yang sakit. Dengan bantuan teknik pemijatan, zat aktif dalam minyak esensial akan mudah diserap darah.

9. Gangguan sistem saraf
A. Depresi
Manfaat aromaterapi untuk membantu mengatasi depresi bisa dengan cara menghirup aroma minyak basil, selasih dan bergamot. Cara ini bisa dilakukan dengan memanaskan minyak tersebut melalui anglo ataupun lilin aromaterapi, sehingga aroma uapnya bisa dinikmati sembari bersantai. Di samping itu, depresi dapat diatasi dengan menghirup aroma minyak hop, chamomile, kenanga, lavender, sereh, mawar dan nilam.

Dalam  terapi ini juga bisa dengan menghirup aroma campuran dari minyak melati, neroli dan pala. Campuran ini merupakan formula antidepresi atau antistres. Untuk terapi sepanjang tidur malam, bisa menggunakan formula minyak tersebut yang dicampur dengan minyak basal dalam dosis ringan.

B. Insomnia
Buatlah resep aromatis dari 10 tetes minyak kayu manis, 20 tetes minyak cendana, 10 tetes minyak mawar dan 50 tetes minyak basal. Gunakan sebagai minyak aromatis untuk pemijatan. Bisa juga dengan menghirup aroma campuran minyak neroli, melati dan pala.

Manfaat aromaterapi untuk pengobatan
Manfaat aromaterapi untuk pengobatan

C. Gangguan emosi
Campuran  minyak melati, neroli dan pala. Resep ini dapat membantu mengatasi stress, menengankan emosi dan membuat suasana yang nyaman dan damai bagi pemakainya. Ramuan minyak aromatis ini berkhasiat sebagai sedativum yang berpengaruh pada kerja saraf dalam mengendalikan emosi. Jenis minyak lain yang bisa dipakai untuk menenangkan emosi yaitu; minyak basil, bergamot,  verbena, mawar, lavender, valerian, patchouli, chamomile, hop dan ylang-ylang.

D. Epilepsi
Saat terjadi epilepsi, sebaiknya penderita dibaringkan miring untuk melonggarkan pernapasan dan mengeluarkan penghalang yang dapat menghambat pernapasan. Bantuan yang bisa dilakukan adalah memberikan minyak piper, kemangi dan nilam berupa terapi inhalasi maupun terapi pijat disekitar leher, dada, tengkuk dan punggung. Jangan menggunakan minyak adas dan hyssop untuk penderita epilepsi.

Itulah diantaranya dari sekian banyak manfaat aromaterapi untuk pengobatan. Nantikan artikel bagian ke 2 untuk mengetahui manfaat aromaterapi untuk pengobatan selanjutnya.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + 8 =