Keajaiban Janin Bayi Yang Perlu Anda Ketahui

Janin bayi dalam kandungan merupakan sebuah gumpalan daging. Namun bukan gumpalan yang tidak dapat mendengar dan melihat. Sebelum lahir, sistem syaraf dan berbagai macam indera janin sudah sempurna, dengan demikian dapat bereaksi terhadap berbagai macam rangsangan dari luar maupun dalam tubuh sang ibu. Berikut ini beberapa keajaiban janin bayi yang sungguh luar biasa dan perlu Anda ketahui.

A. Apakah janin bayi dapat mendengat suara?
Tentu bisa. Hal ini sudah terbukti bahwa pada saat usia janin bayi menginjak enam bulan, dia telah memiliki kemampuan untuk mendengar. Adapun beberapa hal yang sering didengar oleh janin adalah suara aliran darah yang mengalir melalui plasenta, suara denyut jantung ibu, serta berbagai macam suara musik dari luar kandungan. Semua hal yang didengar oleh janin ini akan membentuk sebuah simfoni unik yang akan membuat janin melakukan reaksi tertentu.

Janin Bayi
Janin Bayi

Sang ibu juga dapat merasakan perubahan gerak janin
Berdasarkan pengamatan ahli, seorang ibu yang tengah mengandung apabila bertengkar dengan orang lain, dapat menimbulkan reaksi marah pada janin. Janin bayi akan menendang dan memukul kandungan sang ibu, ini sebenarnya adalah peningkatan terhadap gerakan janin. Sewaktu sang ibu tengah berjalan di jalan raya, bunyi klakson yang keras juga bisa membuat janin merasa kurang nyaman. Hal ini akan menyebabkan sang janin melakukan aksi “protes” dan melakukan gerakan keras. Pada waktu menghadiri konser, apabila sang ibu hamil tenggelam dalam musik ringan yang merdu dan indah sang janin pun akan melakukan gerakan lembut dan berirama. Namun ketika tepuk tangan penonton bergemuruh, akan menyebabkan si janin terkejut dan tidak tenang.

B. Apakah janin bayi telah memiliki daya penglihatan?
Terhadap rangsangan penglihatan, janin seringkali tidak acuh. Di dalam kandungan ibu, janin hidup di kegelapan. Namun ketika usia janin menginjak bulan ke empat, dia akan mulai peka terhadap cahaya. Para peneliti pernah melakukan uji coba dengan lampu senter. Secara berkesinambungan mereka menyinari perut ibu, dan mendapati bahwa sepasang mata janin bayi akan terbuka. Wajah janin menghadap kearah cahaya serta denyut jantungnya mengikuti perubahan secara teratur. Saat usia kehamilan telah menginjak trimester ketiga, gerakan mata janin akan bereaksi dengan kuat apabila disinari dengan sorot lampu. Selain hal-hal itu melalui alat pengukur grafik kerja otak, otak besar pada janin mampu bereaksi terhadap pergerakan cahaya. Adapun daya penglihatan bayi yang baru lahir hanya mencapai 30-40 cm. Hal ini sesuai dengan jarak panjang posisi dalam kandungan, dan menjelaskan bahwa bayi yang baru saja lahir, di sisi lain masih mempertahankan kebiasaan hidupnya sewaktu berada dalam kandungan.

Baca juga:  Tahapan Perkembangan Janin Dari Minggu ke Minggu

C. Apakah janin bayi telah memiliki indera peraba?
Para peneliti mendapatkan bahwa, indera peraba pada janin bayi muncul lebih dini dibandingkan indera pendengarnya. Pada saat janin telah berusia dua bulan, dapat bereaksi terhadap sentuhan yang lembut dan juga tusukan. Ketika usia janin sekitar 4-5 bulan, mulutnya akan beraksi membuka dan menutup apabila bibir atas atau lidahnya tersentuh. Gerakannya seperti sedang menghisap. Janin juga bisa menggenggam erat apabila terdapat sesuatu yang menyentuh tangannya. Hal ini cukup untuk membuktikan bahwa janin telah memiliki fungsi indera peraba.

D. Apakah janin bayi juga telah memiliki indera perasa?
Tentu saja. Ketika usia kehamilan menginjak empat bulan, indera perasa pada lidah janin bayi telah sempurna. Janin bisa dengan penuh selera menikmati air ketuban yang terasa sedikit asin. Seorang ilmuwan dari Selandia Baru melakukan uji coba sederhana untuk membuktikan hal tersebut. Ilmuwan tersebut mencoba memasukkan pemanis kedalam air ketuban ibu hamil, dan menemukan bahwa janin bayi dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya menghisap air ketuban. Namun ketika dia memasukkan minyak berbau tidak enak ke dalam kandungan, sang janin berhenti menghisap air ketuban, bahkan berontak dalam perut, menyatakan ketidaksukaannya.

Dengan demikian, terbukti bahwa janin bayi ternyata dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar maupun dari dalam tubuh sang ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu terjaga. Sehingga kelak berpengaruh positif terhadap sang jabang bayi. Berbagai perasaan suka, marah, sedih, dan senang, ataupun hal-hal yang di lihat dan di dengar oleh sang ibu pasti akan memberikan pengaruh pada perkembangan si janin. Jangan menganggap bahwa janin bayi belum memiliki perasaan sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *